Manchester United dilaporkan telah mengambil keputusan final terkait masa depan Jadon Sancho, memilih untuk tidak mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak satu tahun dan akan membiarkannya pergi sebagai agen bebas pada musim panas 2026. Keputusan ini mengakhiri saga transfer yang panjang dan mahal bagi Setan Merah, yang merekrut Sancho dengan ekspektasi tinggi.
Beban Gaji dan Aturan Financial Fair Play Jadi Pemicu
Langkah Manchester United ini didasari oleh pertimbangan finansial yang signifikan. Klub ingin melepaskan beban gaji Sancho yang mencapai £200.000 per minggu dari anggaran mereka, terutama di tengah ketatnya aturan Financial Fair Play (FFP). Kontrak sang pemain sendiri akan berakhir pada musim panas tahun ini.
Sancho didatangkan ke Old Trafford dari Borussia Dortmund pada Juli 2021 dengan biaya transfer fantastis sebesar £73 juta (sekitar €85 juta). Namun, performanya di Manchester United jauh dari harapan, hanya mencatatkan 12 gol dan 6 assist dalam 83 penampilan di semua kompetisi. Ia hanya tampil tiga kali untuk klub sejak akhir musim 2022-2023.
Perselisihan dengan Erik ten Hag dan Perjalanan Pinjaman
Titik balik dalam karier Sancho di United terjadi pada September 2023, ketika ia berselisih secara terbuka dengan manajer saat itu, Erik ten Hag. Sancho sempat mengklaim dirinya menjadi “kambing hitam” dan menolak untuk meminta maaf, yang berujung pada pengucilannya dari tim utama.
Sejak saat itu, Sancho menjalani serangkaian masa pinjaman. Pada Januari 2024, ia kembali ke klub lamanya, Borussia Dortmund, hingga akhir musim 2023-2024. Di sana, ia menunjukkan kilasan performa terbaiknya dan membantu Dortmund mencapai final Liga Champions UEFA 2024. Dortmund membayar biaya pinjaman sebesar €4 juta untuknya.
Musim berikutnya, 2024-2025, Sancho dipinjamkan ke Chelsea dengan opsi pembelian permanen senilai £25 juta. Meskipun ia memiliki periode yang “cukup sukses” di Stamford Bridge, mencetak 5 gol dan memberikan 10 assist dalam 41 penampilan, Chelsea memutuskan untuk tidak mempermanenkannya karena masalah tuntutan gaji. Akibatnya, Chelsea membayar denda £5 juta kepada Manchester United.
Perjuangan di Aston Villa dan Masa Depan yang Tak Pasti
Saat ini, Sancho sedang menjalani masa pinjaman di Aston Villa untuk musim 2025-2026. Di bawah asuhan Unai Emery, ia telah tampil sebanyak 25 kali di semua kompetisi, namun baru mencetak satu gol dan satu assist. Ia hanya menjadi starter dalam enam pertandingan Premier League.
Manajer Aston Villa, Unai Emery, sempat memuji peningkatan performa Sancho baru-baru ini dan mengisyaratkan kemungkinan transfer permanen. Namun, dengan minimnya jumlah starter, kecil kemungkinan opsi pembelian permanen akan diaktifkan oleh Villa, terutama karena kesepakatan pinjaman tersebut tidak mencakup kewajiban untuk membeli.
Dengan status agen bebas di depan mata, masa depan Jadon Sancho masih menjadi tanda tanya. Kembali ke Borussia Dortmund “sedang dipertimbangkan secara serius” oleh kubu Sancho, mengingat ketertarikan Dortmund untuk merekrutnya kembali. Selain itu, klub-klub Italia, Arab Saudi, atau Major League Soccer (MLS) juga disebut-sebut sebagai destinasi potensial. Nilai pasarnya saat ini diperkirakan mencapai €20 juta.
Jadon Sancho kini secara luas dianggap sebagai salah satu rekrutan terburuk Manchester United dalam sejarah modern klub, sebuah label yang ironis mengingat besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memboyongnya.