Manchester United Raja Boros, Chelsea Punya Skuad Termewah di Tengah Aturan FFP Baru Premier League

Author Image

Irfan

27 Februari 2026

manchester united, chelsea, premier league, transfer pemain, financial fair play

Kekuatan finansial klub-klub terus mendominasi lanskap sepak bola Eropa, dengan dan menjadi sorotan utama dalam hal pengeluaran transfer dan nilai skuad. Laporan terbaru menyoroti bagaimana klub-klub raksasa Inggris ini terus menguasai “dompet” sepak bola, meskipun dengan strategi yang berbeda.

Menurut laporan UEFA “European Club Finance and Investment Landscape” yang dirilis pada Februari 2026, Manchester United tercatat sebagai klub dengan pengeluaran bersih (net spend) tertinggi di Eropa selama lima tahun terakhir (2021-2025), mencapai angka £692 juta. Angka ini bahkan jauh melampaui klub-klub besar lainnya, termasuk Chelsea yang berada di angka £656 juta dan Arsenal dengan £587 juta dalam periode yang sama.

Pada jendela transfer musim panas 2025, Premier League secara keseluruhan mencatat rekor pengeluaran fantastis sebesar £3,087 miliar, melampaui rekor dua tahun sebelumnya. Liverpool menjadi klub dengan pengeluaran kotor tertinggi di musim panas 2025, menghabiskan £442 juta, termasuk memecahkan rekor transfer Inggris dua kali untuk Florian Wirtz (£116 juta) dan Alexander Isak (£125 juta).

Strategi Transfer Chelsea yang Unik

Berbeda dengan Manchester United yang cenderung memiliki net spend tinggi, Chelsea menunjukkan pendekatan finansial yang unik. Meskipun menjadi salah satu klub dengan pengeluaran kotor terbesar di musim panas 2025 dengan £296,5 juta, The Blues secara mengejutkan berhasil mencatat keuntungan bersih £17,9 juta dari aktivitas transfer. Ini dicapai berkat rekor penjualan pemain yang mencapai £314,4 juta dalam satu jendela transfer, sebuah rekor baru di Premier League.

Strategi Chelsea di bawah kepemimpinan Todd Boehly melibatkan penandatanganan kontrak jangka panjang untuk pemain muda. Hal ini memungkinkan klub untuk mengamortisasi biaya transfer selama bertahun-tahun, membantu mereka mematuhi Peraturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR) Premier League. Sebagai contoh, kesepakatan £60 juta selama delapan tahun hanya akan dihitung sebagai £7,5 juta per musim dalam pembukuan klub. Akibatnya, Chelsea memiliki skuad yang disebut-sebut sebagai yang termahal dalam sejarah, dengan biaya gabungan lebih dari £1,5 miliar.

Nilai Skuad dan Pendapatan Klub

Per Februari 2026, nilai skuad Chelsea diperkirakan mencapai €1,16 miliar, menempatkan mereka di antara klub-klub teratas di Eropa. Bahkan, laporan CIES Football Observatory pada Oktober 2025 menempatkan Chelsea di posisi teratas dengan nilai skuad absolut €1,81 miliar dari 50 pemain. Sementara itu, nilai skuad Manchester United per Februari 2026 berada di kisaran €719,15 juta hingga €721,29 juta.

Dalam hal pendapatan, Premier League terus menunjukkan dominasinya. Laporan UEFA 2025 mengungkapkan bahwa total pendapatan klub-klub Premier League mencapai €7,44 miliar pada tahun 2024, hampir dua kali lipat dari La Liga Spanyol. Real Madrid memimpin daftar pendapatan klub Eropa dengan €1,18 miliar pada tahun 2025, diikuti oleh Barcelona dan Bayern Munich. Liverpool menjadi klub Inggris dengan pendapatan tertinggi (€852 juta), diikuti oleh Manchester City (€855 juta), Arsenal (€822 juta), Manchester United (€793 juta), dan Chelsea (€585 juta) yang juga masuk dalam 10 besar.

Peraturan Keuangan Baru Premier League

Mulai musim 2026/2027, Premier League akan memperkenalkan peraturan (FFP) baru yang disebut Squad Cost Ratio (SCR) dan Sustainability and Systematic Resilience (SSR). SCR akan membatasi pengeluaran klub untuk biaya skuad (gaji pemain, biaya transfer, dan biaya agen) hingga 85% dari pendapatan klub. Bagi klub yang berkompetisi di Eropa, batasannya akan lebih ketat, yaitu 70% sesuai dengan aturan UEFA. Peraturan baru ini juga akan menutup celah yang sebelumnya memungkinkan klub untuk menjual aset non-sepak bola kepada perusahaan terkait guna menyeimbangkan laporan keuangan mereka.

Dominasi finansial Premier League juga tercermin di lapangan, dengan enam tim Inggris berhasil mencapai babak 16 besar Liga Champions musim ini. Namun, di balik angka-angka fantastis ini, ada kekhawatiran tentang harga tiket. Penggemar enam klub terkaya Premier League rata-rata membayar £74 per tiket, dengan pendapatan tiket yang melonjak 19% pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.