Manchester United dilaporkan telah mengambil keputusan final terkait masa depan Jadon Sancho, dengan rencana untuk melepas sang penyerang sayap secara gratis pada bursa transfer musim panas 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya klub untuk mengurangi beban gaji yang signifikan.
Sancho, yang saat ini berusia 25 tahun, masih terikat kontrak dengan Setan Merah hingga Juni 2026, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Namun, manajemen klub dikabarkan tidak akan mengaktifkan opsi tersebut. Gaji fantastis Sancho yang mencapai sekitar 200.000 poundsterling atau setara Rp4 miliar per minggu menjadi sorotan utama dalam keputusan ini, mengingat performanya yang jauh dari ekspektasi sejak kedatangannya.
Didatangkan dari Borussia Dortmund pada musim panas 2021 dengan biaya transfer mencapai 71 juta poundsterling atau sekitar 85 juta euro, Sancho diharapkan menjadi bintang baru di Old Trafford. Sayangnya, harapan besar tersebut tidak pernah terwujud. Selama berseragam Manchester United, ia hanya mencatatkan 12 gol dan 6 assist dari 83 penampilan di semua kompetisi.
Karier Sancho di Manchester United semakin memburuk setelah konflik terbuka dengan mantan manajer Erik ten Hag pada pertengahan 2023. Insiden ini membuatnya terpinggirkan dari skuad utama. Akibatnya, Sancho menjalani serangkaian masa peminjaman. Ia sempat kembali ke Borussia Dortmund pada Januari 2024, kemudian dipinjamkan ke Chelsea pada musim 2024-2025, dan kini bermain untuk Aston Villa di musim 2025-2026.
Selama masa peminjaman di Chelsea, ia mencetak lima gol dan menyumbang 10 assist dari 41 pertandingan. Chelsea sempat mempertimbangkan pembelian permanen senilai 25 juta poundsterling, namun terganjal masalah gaji dan akhirnya memilih membayar penalti 5 juta poundsterling kepada Manchester United. Di Aston Villa musim ini, kontribusinya juga minim dengan hanya mencetak satu gol dan satu assist dari 25 penampilan di semua kompetisi.
Manajer Aston Villa, Unai Emery, mengakui bahwa performa Sancho sempat belum memenuhi ekspektasi di paruh pertama musim, namun melihat adanya peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Emery bahkan menyebutnya sebagai “pemain yang fantastis” dan tidak menutup kemungkinan kerja sama lebih lanjut. Meski demikian, belum ada indikasi kuat Aston Villa akan mempermanenkan statusnya.
Borussia Dortmund, klub lamanya, tetap membuka pintu untuk kepulangan Sancho pada 2026. Namun, kepindahan ini bergantung pada kesediaan sang pemain untuk menerima pemotongan gaji yang signifikan, mengingat gaji tingginya di Manchester United berada di luar anggaran Dortmund. Nilai pasar Sancho sendiri telah merosot drastis, dari puncaknya 113 juta euro pada 2020 menjadi sekitar 17 juta poundsterling (20 juta euro) per Januari 2026.
Keputusan Manchester United untuk melepas Sancho secara gratis menunjukkan pendekatan pragmatis klub di bawah kepemimpinan baru Sir Jim Ratcliffe dan tim INEOS. Mereka bertekad untuk tidak lagi menoleransi pemain bergaji tinggi yang tidak memenuhi ekspektasi, demi membangun fondasi tim yang lebih kuat dan kompetitif di masa depan.