Legenda Juventus, Claudio Marchisio, baru-baru ini menyuarakan dukungannya agar mantan klubnya merekrut gelandang Newcastle United, Sandro Tonali. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi transfer yang terus mengaitkan pemain internasional Italia tersebut dengan kepulangan ke Serie A, meskipun Tonali kini terikat kontrak jangka panjang di St James’ Park.
Marchisio, dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport pada 25 Februari 2026, menekankan pentingnya Juventus membangun kembali inti tim dengan pemain-pemain Italia yang kuat. “Sepak bola berubah, tetapi DNA klub tidak. Juventus selalu memiliki kelompok inti juara Italia dan perlu membangunnya kembali,” ujar Marchisio. Ia menambahkan bahwa Tonali “tampak lebih memungkinkan” untuk didatangkan dibandingkan Gianluigi Donnarumma, dan akan menjadi “titik awal yang sangat baik,” meskipun kesabaran akan dibutuhkan.
Dorongan untuk merekrut Tonali juga datang dari mantan bintang Juventus lainnya, Miralem Pjanic, pada Desember 2025. Pjanic secara tegas menyebut Tonali sebagai “gelandang Italia terbaik” dan mendesak Bianconeri untuk segera mengamankan jasanya.
Laporan dari Februari 2026 mengindikasikan bahwa Juventus memang menjadikan Tonali sebagai target utama mereka untuk jendela transfer musim panas 2026, bahkan telah melakukan pembicaraan verbal dengan perwakilan sang pemain. Klub Turin itu berharap dapat meyakinkan Tonali untuk kembali ke tanah kelahirannya, dengan peluang transfer yang disebut akan meningkat signifikan jika Newcastle gagal lolos ke Liga Champions.
Namun, upaya Juventus tidak akan mudah. Sandro Tonali telah kembali menunjukkan performa impresif bersama Newcastle United setelah menjalani sanksi larangan bermain 10 bulan akibat pelanggaran aturan taruhan, yang berakhir pada 28 Agustus 2024. Sejak kembali merumput, ia menjadi sosok kunci di lini tengah Eddie Howe, dengan statistik yang menjanjikan di musim 2024/2025 dan awal musim 2025/2026.
Lebih lanjut, Newcastle United berada dalam posisi tawar yang kuat. Tonali diketahui telah menandatangani perpanjangan kontrak “rahasia” selama masa sanksinya, yang mengikatnya di St James’ Park hingga Juni 2029, dengan opsi perpanjangan satu tahun lagi hingga Juni 2030. Gaji mingguannya dilaporkan mencapai £150.000. Newcastle juga dikabarkan telah mematok harga fantastis untuk bintangnya tersebut, mendekati angka 120 juta euro pada awal 2026, sebuah jumlah yang bertujuan untuk menghalau para peminat.
Meskipun Tonali pernah menyatakan pada Oktober 2025 bahwa ia tidak menutup pintu untuk kembali ke Italia suatu hari nanti, “Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, saya memberi tahu semua orang bahwa itu mungkin. Saya tidak menutup pintu untuk Italia; itu negara saya,” laporan terbaru dari Craig Hope dari Daily Mail pada 27 Februari 2026 menunjukkan bahwa Tonali tidak berencana untuk kembali ke Italia. Ia diyakini merasa Premier League lebih kuat dan kompetitif, serta lebih baik untuk perkembangan kariernya di bawah asuhan Eddie Howe. Sebelumnya, pada Maret 2025, Tonali juga membantah mengetahui adanya minat dari Juventus.
Selain Juventus, beberapa klub top Eropa lainnya seperti Manchester United, Arsenal, Napoli, dan mantan klubnya AC Milan juga dikabarkan memantau situasi gelandang berusia 25 tahun ini.