Kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia, BRI Super League 2025/2026, terus menyajikan persaingan ketat yang menuntut adaptasi cepat dari setiap kontestan, termasuk para pelatih. Marcos Reina Torres, juru taktik asal Spanyol yang kini menukangi Persik Kediri, mengakui adanya berbagai tantangan yang harus dihadapi timnya dalam mengarungi musim ini.
Persik Kediri, yang dikenal dengan julukan Macan Putih, saat ini masih berjuang untuk menemukan konsistensi. Hingga akhir Februari 2026, mereka menempati posisi ke-12 dalam klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, dengan raihan 26 poin dari 22 pertandingan. Performa ini melanjutkan tren inkonsisten dari musim sebelumnya, di mana Persik sempat merangsek ke enam besar namun akhirnya finis di peringkat ke-12 Liga 1 2024-2025.
Dalam beberapa kesempatan, Marcos Reina menyoroti dinamika yang membuat kompetisi ini terasa sulit. Pasca kekalahan tipis 3-4 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di kandang sendiri pada 20 Februari 2026, Reina memuji karakter kuat dan keberanian menyerang anak asuhnya. Namun, ia juga tidak menampik kekecewaan terhadap hasil akhir dan menyoroti beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya. “Seseorang harus menjelaskan kenapa wasit tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Wahyu Subo Seto. Saya tidak paham, seseorang harus menjelaskan juga kemungkinan kartu merah di babak pertama saat kami mencetak gol lewat Kiko,” ujar Reina, menekankan pentingnya peningkatan kualitas perangkat pertandingan demi kemajuan sepak bola Indonesia.
Tantangan lain yang dihadapi Persik Kediri adalah menjaga kedalaman skuad di tengah “situasi sulit” terkait ketersediaan pemain. Pelatih berusia 45 tahun itu menyambut baik kembalinya gelandang bertahan asal Spanyol, Imanol Garcia, yang dinilai sangat vital bagi keseimbangan tim. “Kami senang Imanol Garcia kembali bermain. Karena dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Soal Kiko, kami memiliki pemain lain yang bisa memainkan posisinya. Dan itu yang terjadi setiap kali kami menghadapi situasi sulit,” ungkap Marcos Reina.
Ambisi Reina jelas, ia ingin membawa Persik Kediri merangkak naik ke papan atas klasemen, menjauh dari bayang-bayang zona degradasi. Perjuangan ini juga diakui oleh pelatih tim lain. Bojan Hodak, pelatih Persib Bandung, bahkan menyebut bahwa menghadapi Persik Kediri selalu menjadi laga yang sulit, terutama saat bermain di kandang Macan Putih.
Pada Minggu, 1 Maret 2026, Persik Kediri akan melakoni laga tandang penting melawan Persis Solo di Stadion Manahan. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Macan Putih untuk meraih poin penuh setelah dua laga kandang sebelumnya berakhir tanpa kemenangan.