Sleman, 27 Februari 2026 – Atmosfer Stadion Maguwoharjo kembali menyambut Marian Mihail, sosok pelatih asal Rumania yang tak asing bagi kancah sepak bola Indonesia. Kali ini, Mihail hadir bukan sebagai nakhoda PSS Sleman, melainkan sebagai juru taktik PSBS Biak, tim yang tengah berjuang keras di papan bawah BRI Super League 2025/2026. Kedatangannya ke Sleman menjadi sorotan jelang laga krusial kontra PSIM Yogyakarta malam ini.
Mihail secara resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala PSBS Biak pada 10 Februari 2026, mengemban misi berat untuk menyelamatkan tim berjuluk Badai Pasifik dari ancaman degradasi. PSBS Biak saat ini terdampar di posisi ke-15 klasemen sementara Super League, hanya terpaut tipis dari zona merah.
Kembali ke Maguwoharjo dengan Misi Berbeda
Kembalinya Mihail ke Maguwoharjo memiliki makna tersendiri. Ia pernah menukangi PSS Sleman di Liga 1 (sekarang Super League) pada periode 27 April hingga 9 Oktober 2023. Pengalaman sebelumnya di Tanah Air membuat pelatih berusia 67 tahun ini cukup mengenal dinamika kompetisi. Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Mihail tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
“Saya sangat senang kembali ke stadion ini setelah beberapa tahun. Saya juga bangga bisa kembali ke Liga Indonesia yang menurut saya semakin kuat dengan adanya penambahan pemain asing,” ungkap Mihail pada Kamis (26/2/2026).
Tantangan Berat di Tengah Tekanan Degradasi
Laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 melawan PSIM Yogyakarta menjadi ujian perdana Mihail di Maguwoharjo bersama PSBS Biak. Timnya datang dengan beban berat, berbeda dengan PSIM yang berada di posisi lebih aman, yakni urutan kedelapan klasemen.
Mihail mengakui perbedaan situasi mental antara kedua tim. “Mengenai pertandingan besok, kedua tim berada dalam kondisi mental yang berbeda. Lawan kami, PSIM, sedang dalam posisi yang lebih santai karena tidak terancam degradasi. Sementara kami sedang dalam situasi yang sulit dan harus berjuang maksimal untuk mengamankan posisi,” jelasnya.
Sebelumnya, PSBS Biak hanya mampu meraih hasil imbang 2-2 saat bertandang ke markas Persis Solo pada 21 Februari 2026. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perbaikan di berbagai lini menjadi prioritas utama bagi Mihail. Ia berjanji akan memperbaiki lini belakang timnya yang kerap menjadi sorotan.
Meski demikian, Mihail tetap optimistis. “Sepak bola itu tidak bisa diprediksi, jadi kita lihat saja apa yang akan terjadi di lapangan besok. Kami sudah menganalisis permainan lawan, terutama dari pertandingan terakhir mereka. PSIM adalah tim yang sangat teknis dan terorganisir. Kami sudah mempersiapkan tim dengan intensitas tinggi, ambisi dan kepercayaan diri untuk meraih hasil yang baik,” tegas Mihail.
Perjalanan Karier Marian Mihail
Sebelum bergabung dengan PSBS Biak, Marian Mihail memiliki rekam jejak kepelatihan yang panjang. Ia pernah melatih sejumlah klub di Timur Tengah, serta United City dan Maharlika FC di Filipina pada tahun 2024. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Teknik Tim Nasional Rumania.
Kini, dengan usia 67 tahun, Marian Mihail kembali ke Indonesia dengan semangat baru, bertekad membawa PSBS Biak keluar dari jerat degradasi di kompetisi BRI Super League yang semakin kompetitif. Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta di Maguwoharjo malam ini akan menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya di Tanah Air.