RSC Anderlecht, salah satu klub raksasa Belgia, dikabarkan tengah serius mempertimbangkan Marijn Beuker, Direktur Sepak Bola Ajax, sebagai kandidat utama untuk mengisi posisi Direktur Olahraga mereka yang kosong. Nama Beuker muncul dalam daftar incaran Anderlecht di tengah pencarian klub yang berkelanjutan untuk sosok yang tepat memimpin arah olahraga mereka.
Pencarian Direktur Olahraga baru oleh Anderlecht menjadi prioritas setelah pemecatan Olivier Renard pada 10 Februari 2026. Renard, yang menjabat selama satu setengah tahun, merupakan Direktur Olahraga terbaru yang meninggalkan klub, menyusul serangkaian nama seperti Jesper Fredberg, Peter Verbeke, Frank Arnesen, Luc Devroe, dan Michael Verschueren. CEO Anderlecht, Kenneth Bornauw, sebelumnya menyatakan bahwa klub membutuhkan “profil yang berbeda” untuk membangun fondasi jangka panjang.
Marijn Beuker, pria berkebangsaan Belanda berusia 41 tahun, dikenal luas sebagai “spesialis data” atau “guru data” dalam dunia sepak bola modern. Ia adalah penganut kuat analisis berbasis data, menjadikan angka dan metrik sebagai dasar pengambilan keputusan transfer. Beuker memulai kariernya di AZ Alkmaar pada tahun 2006 sebagai direktur akademi muda, kemudian menjabat sebagai Kepala Pengembangan & Strategi Sepak Bola hingga 2021.
Pada akhir 2021, ia pindah ke Queen’s Park FC di Skotlandia sebagai Direktur Olahraga, di mana ia sempat bekerja sama dengan Robin Veldman, mantan staf Anderlecht. Dua tahun kemudian, pada Desember 2023, Beuker bergabung dengan Ajax atas rekomendasi Louis van Gaal, dengan tugas utama untuk merombak departemen kepanduan dan akademi muda. Kontraknya di Ajax berlaku hingga 1 Juli 2028.
Namun, pengaruh Beuker di Ajax dilaporkan mulai meredup sejak kedatangan Jordi Cruijff sebagai kepala olahraga klub secara keseluruhan. Bahkan, sebuah perubahan pelatih di Jong Ajax sempat dilakukan tanpa sepengetahuan Beuker, meskipun ia bertanggung jawab atas tim tersebut. Pendekatan data-driven yang ekstrem, termasuk sentralisasi data medis melalui perangkat lunak Soccerlab, juga menimbulkan ketegangan dengan staf medis Ajax, yang berujung pada ketidakpuasan dan beberapa kepergian staf. Beberapa karyawan merasa diabaikan, yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan internal.
Meskipun demikian, Beuker tetap dihargai atas kemampuannya dalam menerapkan filosofi yang koheren. Robin Veldman, yang pernah bekerja dengannya di Queen’s Park, memuji Beuker atas kemampuannya dalam merancang sistem permainan, model akademi, dan sistem kepanduan yang terintegrasi. Di Neerpede, pusat pelatihan Anderlecht, profil Beuker dianggap menarik karena pengalamannya yang luas dalam pengembangan pemain muda, keberaniannya dalam mengambil keputusan, dan visi yang jelas mengenai kebijakan olahraga.
Selain Beuker, Anderlecht juga sempat dikaitkan dengan beberapa nama lain untuk posisi Direktur Olahraga, termasuk Antoine Sibierski yang saat ini menjabat Direktur Olahraga di Troyes, serta Marc Overmars, Pascal De Maesschalck, dan Nils Koppen yang sebelumnya telah dihubungi. Dengan pencarian pelatih baru yang juga sedang berlangsung, penunjukan Direktur Olahraga menjadi langkah krusial bagi Anderlecht untuk membangun kembali stabilitas dan arah klub di masa depan.