Drama di kursi kepelatihan Persijap Jepara kembali memanas menjelang laga krusial pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Mario Lemos, yang sempat dipecat pada akhir tahun lalu, kini resmi kembali menjabat sebagai pelatih kepala Laskar Kalinyamat. Keputusan ini diambil hanya beberapa jam sebelum Persijap menghadapi tantangan berat dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bumi Kartini malam ini, Sabtu (21/2/2026).
Persijap Jepara saat ini tengah berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi, menempati posisi ke-17 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 15 poin. Tim promosi ini menghadapi fase kritis musim, di mana setiap pertandingan menjadi penentu nasib mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pergantian Pelatih di Tengah Musim yang Penuh Tekanan
Penunjukan kembali Mario Lemos menandai babak baru dalam dinamika kepelatihan Persijap musim ini. Lemos sebelumnya sempat memimpin Persijap di awal musim 2025/2026 setelah tim promosi dari Liga 2. Namun, serangkaian hasil buruk, termasuk tujuh kekalahan beruntun, membuatnya dicopot dari jabatannya pada 21 November 2025. Posisinya kemudian digantikan oleh Divaldo Alves, yang sempat membawa sedikit perbaikan dengan dua kemenangan dari delapan laga.
Namun, dalam sebuah langkah yang disebut sebagai ‘tukar guling’ jabatan, manajemen Persijap memutuskan untuk mengembalikan Mario Lemos sebagai pelatih kepala pada 17 Februari 2026. Sementara itu, Divaldo Alves kini akan mengemban peran sebagai Direktur Teknik klub.
Manajer Persijap, Egat Sacawijaya, menjelaskan alasan di balik keputusan ini. “Penunjukan ini merupakan wujud keseriusan kami dalam membangun Persijap secara berkelanjutan. Kami percaya Mario Lemos memiliki kapasitas kepemimpinan dan kualitas teknis untuk membawa tim tampil kompetitif di setiap pertandingan,” ujar Egat. Ia menambahkan bahwa Divaldo Alves akan tetap berperan penting. “Di sisi lain, Divaldo Alves akan memastikan fondasi teknis klub tetap kuat dan terarah. Ini bukan tentang perubahan semata melainkan tentang kesinambungan dan penguatan struktur yang kami rancang sejak awal,” tegas Egat.
Persebaya Bertekad Bangkit di Jepara
Di sisi lain, Persebaya Surabaya datang ke Jepara dengan misi untuk bangkit setelah menelan kekalahan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Indonesia FC pada 14 Februari 2026 dan takluk 1-3 dari Bali United FC pada 7 Februari 2026. Tim berjuluk Bajul Ijo ini saat ini menduduki peringkat kelima klasemen BRI Super League dengan 35 poin. Bek Persebaya, Leo Lelis, menyuarakan tekad timnya untuk meraih hasil positif. “Kekalahan adalah hal yang tidak menyenangkan. Jadi kami menantikan pertandingan berikutnya agar kami dapat mengubah situasi dan meraih tiga poin untuk membawa suasana positif bagi tim secepat mungkin,” ungkap Lelis.
Pertemuan terakhir kedua tim di Super League pada 28 Desember 2025 berakhir dengan kemenangan telak 4-0 untuk Persebaya Surabaya. Namun, dengan kembalinya Mario Lemos dan semangat juang Persijap untuk menghindari degradasi, laga malam ini diprediksi akan menyajikan pertarungan sengit di Stadion Gelora Bumi Kartini.