Marseille Dihantam Kontroversi Slogan Pétain, Trump Buka Suara Soal UFO, dan Ketegangan Ekstremisme di Prancis

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771615417

Berbagai isu hangat mewarnai pemberitaan global pada 20 Februari 2026, mulai dari kontroversi politik di , pengumuman mengejutkan dari mengenai , hingga ketegangan yang meningkat akibat kekerasan ekstremisme di Prancis.

Slogan Era Pétain Guncang Politik Marseille

Kancah politik Marseille memanas menjelang pemilihan umum 2026 setelah kandidat wali kota dari kubu kanan-tengah, , menggunakan frasa “Travail, famille, patrie” (Kerja, keluarga, tanah air) dalam sebuah debat televisi pada 19 Februari 2026. Slogan ini merupakan moto resmi rezim Vichy di bawah Marsekal Philippe Pétain, yang berkolaborasi dengan Nazi Jerman selama Perang Dunia II, memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak.

Pernyataan Vassal sontak memicu reaksi keras dari lawan-lawan politiknya. Wali Kota petahana Marseille, Benoît Payan, dari kubu kiri-tengah, menuntut permintaan maaf dari Vassal, menyebutnya sebagai “kesalahan moral yang sangat serius” (“gravissime moral fault”). Payan menegaskan bahwa Pétain telah dicopot gelarnya karena “infamia yang dilakukannya, karena ia menjual Prancis, ia menjual orang-orang Yahudi, anak-anak Yahudi, orang-orang Gipsi, homoseksual, ia memburu kaum Gaullis, komunis, sosialis.” Kandidat dari Rassemblement National (RN), Franck Allisio, juga menolak menggunakan slogan tersebut.

Menanggapi kritik, Martine Vassal membela diri, menyatakan, “Itu slogan saya dan itu nilai-nilai saya” (“C’est mon slogan et ce sont mes valeurs”). Ia kemudian menambahkan “kemanusiaan” (“l’humanité”) untuk memperhalus pernyataannya, namun kontroversi tetap berlanjut dan menjadi sorotan utama dalam kampanye pemilihan wali kota Marseille.

Ketegangan Ekstremisme dan Kematian Aktivis di Prancis

Di sisi lain Prancis, isu ekstremisme kembali mencuat setelah kematian Quentin Deranque, seorang aktivis sayap kanan berusia 23 tahun, di Lyon pada Februari 2026. Deranque tewas dalam bentrokan dengan kelompok anti-fasis, yang memicu perdebatan sengit tentang kekerasan politik dan keberadaan kelompok-kelompok ultra-kiri yang telah dibubarkan.

Beberapa laporan menggambarkan Deranque sebagai “milisi neo-Nazi” yang terlibat dalam serangan terencana terhadap anti-fasis. Kematiannya dimanfaatkan oleh kelompok sayap kanan untuk menjadikannya martir, sementara kelompok anti-fasis menyoroti latar belakang Deranque yang terlibat dalam kelompok neo-Nazi. Bahkan, Majelis Nasional Prancis sempat mengheningkan cipta untuk Deranque, sebuah tindakan yang menuai kritik tajam karena dianggap menghormati seorang neo-Nazi.

Sebelumnya, pada 7 Februari 2026, para aktivis anti-fasis juga menggelar protes di Combres-sous-les-Côtes, Meuse, menuntut penutupan “La Taverne de Thor”, sebuah gudang yang diyakini sebagai tempat berkumpulnya neo-Nazi. Insiden-insiden ini menggarisbawahi meningkatnya ketegangan antara kelompok ekstrem kanan dan anti-fasis di seluruh Prancis.

Donald Trump Janji Buka Dokumen Rahasia UFO

Dari Amerika Serikat, mantan Presiden Donald Trump kembali menarik perhatian publik dengan pengumuman kontroversialnya. Pada 20 Februari 2026, Trump menyatakan akan memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk “mengidentifikasi dan mempublikasikan” dokumen-dokumen pemerintah yang diklasifikasikan terkait UFO dan kehidupan ekstraterestrial. Pengumuman ini disampaikan melalui platform Truth Social miliknya, menanggapi permintaan publik yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Sebelumnya di hari yang sama, Trump juga menuduh mantan Presiden Barack Obama telah membocorkan informasi rahasia mengenai ekstraterestrial. Trump mengklaim, “Dia berbicara dari informasi rahasia… dia seharusnya tidak melakukan itu. Dia membuat kesalahan serius.” Tuduhan ini muncul setelah Obama dalam sebuah podcast pada 14 Februari 2026, membahas kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi, dengan menyatakan bahwa hal itu “sangat mungkin” mengingat luasnya alam semesta, namun ia menegaskan tidak menemukan bukti kontak selama masa kepresidenannya. Ketika ditanya pendapat pribadinya, Trump mengakui, “Saya tidak tahu apakah mereka nyata atau tidak.”