Martin Odegaard Hadapi Tekanan: Pengaruhnya di Arsenal Kembali Disorot

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

Debat mengenai peran dan masa depan di kembali memanas. Kapten The Gunners itu menghadapi tekanan signifikan menyusul performa yang dianggap kurang konsisten, memicu kembali pertanyaan yang pernah muncul pada pertengahan 2024 lalu.

Pada Mei 2024, seorang pandit pernah mendesak Odegaard untuk mempertimbangkan hengkang dari Emirates Stadium, dengan klaim bahwa “Dia tidak lagi berpengaruh.” Sentimen serupa kini kembali bergema, terutama setelah serangkaian penampilan yang kurang meyakinkan di musim 2024/2025 dan awal 2025/2026.

Padahal, Martin Odegaard telah menunjukkan komitmen jangka panjangnya kepada Arsenal dengan menandatangani kontrak baru pada 22 September 2023, yang akan mengikatnya di klub hingga tahun 2028. Manajer bahkan menyebutnya sebagai “kapten kami dan sosok yang sangat dihormati di klub kami, yang merupakan panutan dan profesional hebat.” Kontrak baru ini juga menjadikannya salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Arsenal.

Musim 2022/2023 menjadi puncak performa Odegaard, di mana ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Musim Ini oleh klub, mencetak 15 gol di Premier League, dan masuk dalam PFA Team of the Year. Ia juga menjadi sosok kunci saat Arsenal menjuarai Community Shield dan mencapai perempat final Liga Champions pada musim 2023/2024, di mana ia menyumbang 11 gol dan 11 assist dari 48 penampilan di semua kompetisi.

Namun, sorotan negatif mulai muncul pada musim 2024/2025. Analis Premier League, Adrian Clarke, pada Mei 2025 mencatat penurunan kontribusi menyerang Odegaard, dengan hanya 2 gol dan 7 assist dari 27 penampilan di Premier League. “Secara gol, Odegaard jauh di bawah standar,” ujar Clarke, membandingkannya dengan 15 gol yang dicetak pada musim 2022/2023.

Mantan striker Tottenham Hotspur, Darren Bent, pada Agustus 2025, bahkan secara blak-blakan meminta Odegaard untuk “bercermin pada dirinya sendiri.” Bent mengklaim bahwa Odegaard “tidak terlihat sama” sejak pulih dari cedera pergelangan kaki dan “hampir melaju tanpa tujuan” dalam beberapa pertandingan. Ia bahkan menyarankan dari Crystal Palace sebagai alternatif potensial di posisi gelandang serang.

Mark Lawrenson, ikon Match of the Day, pada Mei 2025, juga berpendapat bahwa pencopotan ban kapten dapat membantu Odegaard kembali ke performa terbaiknya, setelah ia menjalani “musim enam dari sepuluh.” Pendapat ini didukung oleh beberapa penggemar Arsenal yang merasa frustrasi, terutama ketika Bukayo Saka absen, di mana Odegaard dianggap gagal menjadi kekuatan kreatif utama tim.

Sebuah opini yang diterbitkan pada 30 Januari 2026 menyoroti bahwa Odegaard “saat ini mengalami salah satu, jika bukan periode terburuk dalam kariernya di Arsenal,” dengan kurangnya kohesi dan percikan kreatif. Banyak penggemar kini menunjuk Declan Rice sebagai kandidat kapten yang jelas.

Meskipun demikian, laporan terbaru pada 26 Februari 2026 menyebutkan bahwa Martin Odegaard tidak memiliki niat untuk meninggalkan Arsenal dan melihat dirinya tetap di klub untuk musim depan, terlepas dari hasil musim ini. Di sisi lain, opini 30 Januari 2026 tersebut juga berargumen bahwa mencopot ban kapten di tengah musim akan menjadi kesalahan besar, mengingat Arsenal berada di puncak klasemen liga dengan keunggulan empat poin dan telah memenangkan setiap pertandingan fase grup Liga Champions.

Terlepas dari kritik yang ada, Odegaard tetap menjadi “pemain kunci” bagi Mikel Arteta, yang masih mengandalkannya untuk menghubungkan lini tengah dan serangan. Perdebatan tentang pengaruhnya mungkin akan terus berlanjut, namun komitmen sang kapten dan posisi kuat Arsenal di liga menunjukkan bahwa masa depannya di Emirates masih menjadi bagian integral dari ambisi klub.