Masa Depan Mikel Arteta di Arsenal Disorot Tajam di Tengah Panasnya Perburuan Gelar

Author Image

Irfan

21 Februari 2026

mikel arteta, arsenal, premier league, alan shearer, barcelona

Tekanan terhadap manajer , , semakin meningkat menyusul hasil imbang 2-2 yang mengecewakan melawan Wolverhampton Wanderers pada Rabu lalu. Hasil tersebut, yang membuat The Gunners kehilangan keunggulan dua gol, telah memicu kembali perdebatan sengit mengenai masa depan pelatih asal Spanyol itu di Emirates Stadium, terutama di tengah ketatnya persaingan gelar musim 2025/2026.

Saat ini, Arsenal memang masih memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan lima poin. Namun, Manchester City memiliki satu pertandingan di tangan dan kedua tim masih akan saling berhadapan di Etihad Stadium, membuat perburuan gelar semakin mendebarkan. Performa Arsenal belakangan ini juga menjadi sorotan, dengan hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di liga.

Kontrak Jangka Panjang dan Ekspektasi Tinggi

Meskipun spekulasi beredar luas, Mikel Arteta sebenarnya telah menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi tiga tahun pada 12 September 2024, yang akan mengikatnya di Arsenal hingga akhir musim 2026/2027. Perpanjangan ini menunjukkan kepercayaan klub terhadap visinya, terutama setelah ia berhasil membawa Arsenal menjadi runner-up Premier League selama tiga musim berturut-turut (2022/2023, 2023/2024, dan 2024/2025).

Di bawah kepemimpinannya sejak Desember 2019, Arteta telah secara dramatis meningkatkan performa Arsenal dari posisi ke-10 di liga. Ia juga sukses mempersembahkan trofi Piala FA pada 2020 serta Community Shield pada 2020 dan 2023. Musim lalu, Arsenal bahkan berhasil mencapai semifinal Liga Champions 2024/2025 untuk pertama kalinya sejak musim 2008/2009, setelah menyingkirkan juara bertahan Real Madrid di perempat final.

Ancaman Kegagalan Juara dan Komentar Para Pengamat

Namun, kegagalan meraih gelar Premier League setelah tiga musim menjadi penantang serius telah menimbulkan pertanyaan. Mantan penyerang timnas Inggris, , secara blak-blakan menyatakan bahwa Arteta mungkin tidak akan bertahan di Arsenal musim depan jika timnya kembali gagal menjuarai liga untuk kali keempat secara beruntun.

“Jika dia tidak memenangkan liga, dia mungkin tidak akan berada di Arsenal,” kata Shearer dalam The Rest Is Football Podcast. “Setelah peluang yang mereka miliki untuk memenangkannya dan mereka hanya finis kedua. Dengan apa yang telah mereka habiskan untuk para pemain yang mereka miliki dan posisi mereka saat ini, mereka harus memenangkannya.” Komentar serupa juga datang dari Micah Richards, yang berpendapat bahwa kegagalan juara ditambah dengan gaya bermain yang ‘protektif’ dapat memperparah situasi Arteta.

Hasil imbang melawan Wolves, di mana Arsenal membuang keunggulan dua gol, semakin memperkuat narasi ‘mentalitas’ tim yang dipertanyakan. Mantan striker Arsenal, Alan Smith, menyebut hasil tersebut sebagai “momen penting” dan mengindikasikan adanya kegugupan di kubu Arsenal.

Spekulasi Barcelona dan Kepercayaan Klub

Di tengah tekanan ini, rumor mengenai kemungkinan Arteta kembali ke Barcelona, klub masa mudanya, kembali mencuat. Beberapa pengamat seperti Emmanuel Petit dan Gaizka Mendieta meyakini bahwa Arteta suatu hari nanti akan melatih Barcelona, mengingat koneksi kuatnya dengan klub Catalan tersebut dan ambisi seumur hidupnya.

Meski demikian, pihak manajemen Arsenal dilaporkan tidak memiliki kekhawatiran sama sekali mengenai kepergian Arteta. Sumber internal klub menegaskan bahwa Arteta adalah figur sentral dalam rencana jangka panjang mereka untuk meraih gelar. Klub telah memberikan dukungan finansial yang signifikan, termasuk pembelian Declan Rice senilai £105 juta pada 2023 dan investasi sekitar £250 juta untuk pemain baru pada musim panas 2025.

Pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak baru untuk Arteta, yang saat ini masih tersisa 18 bulan hingga Juni 2027, diperkirakan akan dilakukan pada akhir musim. Fokus utama Arteta saat ini adalah membawa Arsenal meraih kesuksesan di musim ini. Jika skenario terburuk terjadi dan Arteta pergi, nama Cesc Fabregas, yang kini sukses melatih Como di Serie A, disebut-sebut sebagai kandidat kuat penggantinya.