Masa Depan Mohamed Salah di Liverpool Disorot, Pundit Sebut ‘Bintang Pudar’

mohamed salah, liverpool fc, stewart downing, liga primer inggris, bursa transfer

Masa depan di Anfield kembali menjadi topik hangat di kalangan pengamat sepak bola, terutama setelah mantan winger Liverpool, , melontarkan kritik pedas. Downing secara blak-blakan menyebut bintang Mesir itu sebagai ‘bintang pudar’, memicu perdebatan sengit mengenai performa dan posisi Salah di skuad The Reds.

Komentar Downing, yang pertama kali muncul beberapa waktu lalu, menyoroti dugaan penurunan kepercayaan diri dan ketajaman Salah di depan gawang. Menurutnya, Salah tidak lagi menunjukkan konsistensi dalam mencetak gol seperti pada musim-musim puncaknya. “Dia bukan pemain yang sama,” ujar Downing. “Dia tidak mencetak gol sebanyak yang dia lakukan, dan kepercayaan dirinya terlihat sedikit goyah.”

Hingga Maret 2026, performa Salah di musim 2025/2026 memang menunjukkan sedikit perbedaan dibandingkan standar luar biasanya. Statistik mencatat, ia telah mengoleksi 10 gol dan 5 assist dalam 25 penampilannya di semua kompetisi. Angka ini, meski tetap impresif bagi sebagian besar pemain, dianggap menurun jika dibandingkan dengan rekor golnya yang sering menembus 20-30 gol per musim di tahun-tahun sebelumnya.

Situasi ini diperkeruh dengan status kontrak Mohamed Salah yang akan berakhir pada musim panas 2027. Negosiasi perpanjangan kontrak dikabarkan menemui jalan buntu, dengan spekulasi yang beredar mengenai tuntutan gaji dan durasi kontrak yang diinginkan sang pemain. Usia Salah yang akan menginjak 33 tahun pada musim panas 2026 juga menjadi faktor penting dalam pertimbangan klub.

Downing bahkan menyarankan Liverpool untuk mempertimbangkan opsi penjualan Salah. “Jika mereka bisa mendapatkan uang yang layak untuknya, mungkin sudah waktunya untuk berpisah,” kata Downing, menekankan pentingnya regenerasi skuad.

Rumor transfer Salah ke klub-klub raksasa Eropa lainnya atau bahkan ke Liga Pro Saudi terus berembus kencang. Klub-klub dari Timur Tengah dilaporkan siap menggelontorkan dana besar untuk memboyongnya, menawarkan gaji fantastis yang mungkin sulit ditolak.

Liverpool kini berada di persimpangan jalan. Mereka harus memutuskan apakah akan mempertahankan ikon klub yang masih memiliki momen-momen brilian, atau melakukan perombakan skuad dengan menjualnya demi mendapatkan dana segar untuk mendatangkan talenta baru yang lebih muda. Keputusan ini akan sangat krusial dalam menentukan arah masa depan The Reds di bawah manajer mereka saat ini.