Penyerang Manchester United, Matheus Cunha, baru-baru ini menyuarakan pembelaannya terhadap mantan pelatihnya, Ruben Amorim. Cunha menegaskan bahwa Amorim, yang dipecat pada Januari 2026, layak mendapatkan apresiasi atas fondasi yang ia letakkan sehingga membawa Manchester United pada kebangkitan performa di bawah manajer interim Michael Carrick.
Pernyataan Cunha ini muncul di tengah sorotan publik terhadap periode singkat Amorim di Old Trafford yang dinilai kurang memuaskan. Amorim, yang mengambil alih kemudi Setan Merah pada November 2024, harus mengakhiri masa jabatannya pada Januari 2026 setelah mencatatkan persentase kemenangan yang rendah dan kesulitan mengadaptasi formasi 3-4-2-1 favoritnya di Liga Primer Inggris.
Namun, Cunha, yang merupakan rekrutan besar pertama Amorim senilai 62,5 juta poundsterling dari Wolverhampton Wanderers pada Agustus 2025, memiliki pandangan berbeda. Ia merasa bahwa kritik yang dilayangkan kepada Amorim terlalu berlebihan dan mengabaikan aspek positif yang telah ia bawa ke klub.
“Tekanan agar taktik itu berhasil begitu besar sehingga kami melupakan betapa sederhananya konteks keseluruhan dan terlalu fokus pada hal negatif,” ungkap Cunha kepada DAZN. Pemain internasional Brasil berusia 26 tahun ini menambahkan bahwa banyak pemain baru yang datang ke Manchester United adalah atas permintaan Amorim.
“Banyak pemain baru datang karena dia, jadi saya pikir dia juga berperan besar dalam kesuksesan yang kami alami sekarang,” tegas Cunha. Ia juga berpendapat bahwa “numerologi sepak bola sangat menyesatkan” dan bahwa sebagian dari formasi 3-4-2-1 yang diterapkan Amorim masih digunakan oleh tim, meskipun tidak lagi menjadi sorotan media.
Setelah kepergian Amorim, Manchester United memang menunjukkan performa yang meningkat drastis di bawah arahan Michael Carrick. Di bawah Carrick, Setan Merah mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang dari lima pertandingan, termasuk kemenangan penting atas Arsenal dan Manchester City. Hasil positif ini membawa Manchester United menduduki posisi keempat di klasemen Liga Primer Inggris saat ini.
Ruben Amorim sendiri, setelah dipecat dari jabatannya, terlihat menikmati waktu luangnya dengan menonton turnamen tenis Qatar Open pada Februari 2026. Sebelum melatih Manchester United, Amorim memiliki rekam jejak yang cemerlang bersama Sporting CP, di mana ia berhasil membawa klub tersebut meraih dua gelar Primeira Liga dan beberapa trofi domestik lainnya.