Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, meluapkan kekecewaannya atas tidak berfungsinya teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam laga pekan ke-22 Super League 2025-2026 melawan PSM Makassar. Meskipun Macan Kemayoran berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 di Jakarta International Stadium (JIS) pada Jumat, 20 Februari 2026, Souza menyoroti kinerja wasit yang dinilai meragukan akibat absennya VAR.
Dalam pertandingan sengit tersebut, Persija unggul melalui gol Alaeddine Ajraie pada menit ke-29 dan Maxwell Souza di menit ke-66. PSM Makassar sempat menyamakan kedudukan lewat gol Sheriddin Boboev pada menit ke-36. Namun, sorotan utama usai laga bukan hanya pada hasil pertandingan, melainkan pada ketiadaan VAR yang seharusnya menjadi standar dalam kompetisi Liga 1.
Souza mengungkapkan bahwa timnya telah menerima informasi mengenai kendala teknis yang menyebabkan VAR tidak dapat digunakan sebelum pertandingan dimulai. Meski demikian, pelatih asal Brasil itu tetap menyayangkan situasi tersebut. “Menurut saya sangat disayangkan tidak ada VAR,” ujar Souza kepada awak media usai pertandingan. “Saya pikir setiap kejadian yang meragukan, VAR bisa memperjelasnya.”
Ketiadaan VAR ini, menurut Souza, berdampak pada keraguan perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan krusial di lapangan. Ia bahkan sempat terlibat ketegangan dengan hakim garis terkait dugaan posisi offside pemain PSM, yang berujung pada kartu kuning untuknya. Souza menilai hakim garis terlihat ragu dalam mengambil keputusan di momen tersebut.
Implementasi VAR di Liga 1 dan Tantangannya
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah berupaya keras untuk mengimplementasikan VAR di Liga 1. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya menyatakan bahwa VAR akan diterapkan mulai pertengahan musim 2023/2024 dan secara penuh pada musim 2024/2025. Bahkan, PSSI telah menyiapkan 15 unit VAR dengan tiga ruangan VAR permanen di stadion seperti Manahan, Kapten I Wayan Dipta, dan salah satu stadion di Bandung, sementara sisanya bersifat mobil.
Sejak diperkenalkan, VAR memang telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas kompetisi, mengurangi kesalahan wasit, dan meningkatkan transparansi. Tercatat, dalam 11 pekan pertama Liga 1 2024/2025, sebanyak 412 kali cek VAR dilakukan, dengan 36 di antaranya memerlukan tinjauan lapangan langsung oleh wasit. Teknologi ini diharapkan menjadi pilar penting dalam menjaga keadilan dan sportivitas sepak bola Indonesia.
Kritik Souza Bukan Kali Pertama
Kritik Mauricio Souza terhadap kinerja wasit dan kondisi pertandingan bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, pada September 2025, ia juga meluapkan kekesalannya terhadap kepemimpinan wasit yang dianggap tidak konsisten dan merugikan saat Persija bermain imbang 1-1 melawan Bali United. Ia bahkan menyinggung soal integritas Liga 1. Pada Agustus 2025, Souza juga mengkritik keputusan wasit yang banyak menghentikan permainan dan merugikan timnya saat Persija bermain imbang 1-1 dengan Malut United.
Insiden di laga Persija kontra PSM ini kembali menyoroti pentingnya konsistensi dalam penerapan teknologi VAR dan kualitas kepemimpinan wasit di Liga 1. Meskipun Persija berhasil meraih kemenangan, absennya VAR meninggalkan pertanyaan besar tentang keadilan dan integritas kompetisi di tengah upaya PSSI untuk terus meningkatkan standar sepak bola nasional.