Mendagri Tito Karnavian Puji Dedikasi Praja IPDN dan ASN Kemendagri di Aceh Tamiang

Author Image

Irfan

3 Februari 2026

Foto: Kemendagri
Foto: Kemendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin apel pemulangan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Rabu (4/2/2026). Apel penutupan ini diikuti oleh 1.141 orang, termasuk Praja IPDN, ASN Kemendagri, dan unsur pimpinan IPDN.

Apresiasi Dedikasi dalam Penugasan Kemanusiaan

Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengapresiasi dedikasi dan kinerja Praja IPDN serta ASN Kemendagri yang telah menjalankan penugasan kemanusiaan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Ia menyampaikan kebanggaannya kepada para praja yang telah bertugas selama kurang lebih satu bulan.

“Adik-Adik saya yang saya cintai, praja IPDN yang bertugas selama kurang sebulan, saya bangga dengan adik-adik,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).

Tito menuturkan bahwa dalam kurun waktu satu bulan penugasan, terlihat perkembangan positif di Aceh Tamiang. Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mulai dapat difungsikan kembali, memungkinkan aktivitas pemerintahan berjalan normal dan aparatur kembali bekerja. Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar kantor telah bersih dan ASN Kemendagri telah memberikan pendampingan untuk membangkitkan semangat ASN setempat.

“Kemudian kantor-kantornya sebagian besar sudah bersih. Teman-teman ASN Kemendagri juga memberikan pendampingan sampai membesarkan semangat teman-teman ASN [Aceh Tamiang] agar tidak merasa sendiri,” papar Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera tersebut.

Mobilisasi Sumber Daya untuk Pemulihan

Lebih lanjut, Tito mengungkapkan bahwa aktivitas pemerintahan di Aceh Tamiang sempat lumpuh total akibat dampak lumpur yang merusak hampir seluruh gedung perkantoran. Untuk mempercepat proses pembersihan dan pemulihan, Kemendagri bersama kementerian/lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah memobilisasi berbagai sumber daya, termasuk pengerahan Praja IPDN dan ASN Kemendagri dengan dukungan peralatan dan alat berat.

“Jadi ini adalah the right time and the right place. Kepada adik-adik yang Latsitarda (Latihan Integrasi Taruna Wreda) juga saya sudah sampaikan [amanat], dari Akmil, AAL, AAU, Akpol, ada dari BSSN, ada dari Unhan,” ucapnya.

Dukungan Berkelanjutan dan Pengalaman Berharga

Tito memastikan bahwa dukungan untuk Aceh Tamiang akan terus berlanjut. Gelombang lanjutan Praja IPDN dan ASN Kemendagri akan segera diturunkan pada tanggal 6 Februari 2026, yang terdiri dari 769 orang, untuk melanjutkan tugas pemulihan di lingkungan perkantoran dan fasilitas umum lainnya.

“Kita bantu, jangan nanggung-nanggung. Kita bantu Kabupaten Aceh Tamiang. Itulah bagian dari pemerintahan. Dan Kemendagri adalah pembina dan pengawas pemerintahan daerah, kita harus buktikan bahwa memang tugas sebagai pembina dan pengawas itu kita lakukan. Akan ada datang lagi gelombang berikutnya tanggal 6 [Februari] ya, sebanyak 769 orang,” jelasnya.

Penugasan ini dianggap sebagai pengalaman berharga yang tidak selalu bisa terulang. Selain sebagai operasi kemanusiaan, kegiatan ini menjadi ruang praktik bagi Praja IPDN dan ASN Kemendagri untuk menerapkan ilmu pemerintahan di lapangan. Mereka juga akan menerima sertifikat sebagai kenang-kenangan.

“Kita akan berikan juga sertifikat. Sertifikat yang nanti menjadi kenang-kenangan seumur hidup. Saya sudah sampaikan pada saat berdiri di sini, waktu menerima Adik-Adik datang, belum tentu semua mendapat kesempatan yang sama untuk datang ke tempat ini, selain operasi kemanusiaan, mempraktikkan ilmu, di tempat sebenarnya yang sedang masalah,” pungkasnya.

Apel tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang.