Mendes Yandri Yakin Turnamen Esports Desa Lahirkan Atlet Berbakat dan Ekonomi Kreatif

Author Image

Irfan

13 Januari 2026

Foto: Kemendes
Foto: Kemendes

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri Grand Final Turnamen Esports Desa 2026 di Boyolali. Ia optimistis ajang ini akan melahirkan talenta-talenta esports hebat dari penjuru desa di Indonesia.

Potensi Atlet dan Ekonomi Kreatif

Yandri Susanto menyatakan keyakinannya bahwa turnamen ini dapat melahirkan pemain-pemain tangguh yang mampu membanggakan daerahnya hingga tingkat nasional. “Insya Allah, dari lomba Esports Desa ini akan lahir para pemain-pemain tangguh, para petarung-petarung hebat, sehingga bisa membanggakan desanya, membanggakan kabupatennya, provinsinya, dan pada akhirnya bisa membanggakan Republik Indonesia,” ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Selasa (13/01/2026).

Menurutnya, Turnamen Esports Desa menawarkan prospek yang menjanjikan bagi para pesertanya, terutama bagi para pemenang. Ia menyoroti potensi besar generasi muda di desa yang perlu diarahkan secara positif melalui kegiatan seperti ini. Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati Hari Desa Nasional 2026 yang jatuh pada 15 Januari.

Yandri terkejut mendengar adanya potensi transfer pemain esports yang mencapai nilai fantastis. “Tadi saya kaget, ternyata ada transfer pemain ekspor yang bernilai 50 miliar rupiah. Artinya, industri ini sangat menjanjikan dan memang harus kita arahkan kepada hal-hal yang positif,” ungkapnya.

Menjaring Talenta dan Pengembangan Karir

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, menambahkan bahwa turnamen ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana penjaringan talenta di bidang ekonomi kreatif desa. Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp10 juta dan Piala Bupati Boyolali.

Lebih lanjut, Samsul menjelaskan bahwa pasca-turnamen akan ada pengembangan ekonomi kreatif, termasuk pembangunan arena esports. Para talenta yang terjaring berpotensi menjadi soundcaster, komentator, live streamer, pelatih, hingga wasit esports.

Turnamen ini diikuti oleh 3.000 peserta yang berkompetisi dalam dua kategori utama, yaitu Free Fire dan Mobile Legends. Penyelenggaraan ini bertujuan untuk menggali potensi atlet esports muda dari tingkat desa.