Mengenang Musim Gemilang RC Lens 2022-2023: Kejutan di Ligue 1 yang Nyaris Gulingkan PSG

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Musim 2022-2023 akan selalu dikenang sebagai salah satu periode paling gemilang dalam sejarah . Klub berjuluk Les Sang et Or ini secara mengejutkan muncul sebagai penantang serius (PSG) dalam perburuan gelar Ligue 1, sebuah performa yang memukau banyak pihak dan mengukuhkan posisi mereka di papan atas sepak bola Prancis. Meskipun akhirnya finis di posisi kedua, hanya terpaut satu poin dari raksasa Paris, pencapaian Lens kala itu berhasil membawa mereka kembali ke panggung Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2002-2003.

Perjalanan Lens dalam menantang dominasi PSG, yang pada akhirnya meraih gelar Ligue 1 ke-11 mereka, menjadi narasi utama musim tersebut. Salah satu momen paling ikonik adalah kemenangan 3-1 Lens atas PSG pada 1 Januari 2023. Pertandingan tersebut tidak hanya memberikan kekalahan liga pertama bagi PSG musim itu, tetapi juga memperkecil jarak poin di puncak klasemen, membuktikan bahwa Lens memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.

Di balik performa impresif ini, ada sosok pelatih yang menjadi arsitek utama. Di bawah kepemimpinannya, Lens menerapkan struktur pertahanan yang kokoh dan formasi 3-4-3 yang dinamis, dengan penekanan pada pressing tinggi dan peran krusial wing-back. Filosofi Haise, yang pernah menyatakan, “Pencarian keamanan tidak boleh menghalangi ambisi dan tujuan setinggi mungkin. Mari tetap rendah hati tapi mari berambisi,” menjadi landasan kesuksesan tim. Dedikasinya diakui dengan penghargaan UNFP Manager of the Year. Sejumlah pemain kunci juga bersinar terang, termasuk penyerang Loïs Openda yang menjadi top skorer tim dengan 21 gol, kapten Seko Fofana yang menyumbangkan 7 gol dan 5 assist dari lini tengah, serta kiper Brice Samba yang mencatatkan 15 clean sheet.

Stade Bollaert-Delelis, markas Lens, menjelma menjadi benteng yang tak tertembus bagi sebagian besar lawan. Sepanjang musim 2022-2023, Lens mencatatkan rekor kandang yang luar biasa dengan 17 kemenangan, 1 hasil imbang, dan hanya 1 kekalahan. Secara keseluruhan, mereka mengakhiri musim dengan 25 kemenangan, 9 hasil imbang, dan hanya 4 kekalahan, mengumpulkan total 84 poin. Pencapaian ini tidak hanya mengamankan posisi kedua di Ligue 1, tetapi juga memastikan tiket langsung ke fase grup Liga Champions UEFA.

Meskipun Franck Haise telah meninggalkan Lens pada Juni 2024 untuk melatih Nice dan kemudian Rennes pada Februari 2026, warisan musim 2022-2023 tetap hidup. Bahkan, pada musim 2025-2026 ini, Lens kembali menunjukkan performa menjanjikan di bawah pelatih Pierre Sage, sempat memimpin klasemen Ligue 1 dan kembali menjadi sorotan. Musim gemilang dua tahun lalu membuktikan bahwa dengan manajemen cerdas, taktik yang tepat, dan semangat juang, sebuah tim dengan sumber daya yang lebih terbatas pun mampu menantang kekuatan-kekuatan besar di kancah sepak bola Eropa.