Menhub: 144 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Antisipasi Lonjakan Disiapkan

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771665563

Menteri Perhubungan (Menhub) memperkirakan sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah. Prediksi ini didasarkan pada hasil survei nasional yang telah rampung dilaksanakan oleh .

Dalam keterangannya pada Jumat (20/2/2026), Menhub Dudy menjelaskan bahwa survei menunjukkan angka 143,7 juta orang, atau hampir 144 juta, yang berpotensi melakukan perjalanan. Meskipun demikian, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan kenaikan jumlah pemudik di lapangan, mengingat pengalaman tahun sebelumnya. “Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” ujar Dudy.

Angka proyeksi untuk Lebaran 2026 ini menunjukkan sedikit penurunan sekitar 1,7 hingga 1,75 persen dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang mencapai 146 juta orang. Namun, realisasi mudik pada Lebaran 2025 justru melampaui prediksi survei, mencapai 154 juta orang.

Strategi Antisipasi dan Rekayasa Lalu Lintas

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Posko angkutan Lebaran akan beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026, mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Sebanyak puluhan ribu armada transportasi, termasuk 31.345 unit bus, 2.683 sarana kereta api, serta ratusan pesawat dan kapal, telah disiagakan dan menjalani pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check).

Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat. Skema yang akan diberlakukan meliputi contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap. Selain itu, pembatasan operasional angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas juga akan diberlakukan, kecuali untuk kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.

Kebijakan WFA dan Dampak Nyepi

Dalam upaya mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal tertentu, pemerintah menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini berlaku pada 16–17 Maret 2026 untuk arus mudik dan 25–26 Maret 2026 untuk arus balik, dan telah disetujui oleh Presiden serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB). “Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin,” kata Menhub Dudy.

Perayaan Hari Raya Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026 juga menjadi perhatian khusus. Penyeberangan menuju Pulau Bali akan dihentikan sementara pada tanggal tersebut, dengan disiapkan sistem penundaan (delaying system) dan zona penyangga (buffer zone) di pelabuhan.

Asal dan Tujuan Pemudik Serta Kepadatan di Jakarta

Survei menunjukkan bahwa Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi daerah asal pemudik terbanyak secara nasional. Sementara itu, tujuan favorit pemudik antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

Khusus untuk wilayah Jakarta, diproyeksikan sebanyak 3,67 juta kendaraan akan keluar dari Ibu Kota melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, dan GT Cikupa selama periode H-10 hingga H+11 Lebaran. Puncak arus mudik dari Jakarta diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan volume 259.000 kendaraan. Sementara itu, puncak arus balik menuju Jakarta diprediksi pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) dengan perkiraan 285.000 kendaraan.

Pemerintah terus mematangkan koordinasi lintas sektor, seperti yang dibahas dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pada 12 Februari 2026. Rapat tersebut membahas kesiapan infrastruktur, ketersediaan pangan, stabilitas harga, dan kesiapan moda transportasi untuk Idulfitri 1447 H.