Menkes Budi Gunadi Sadikin Paparkan Proyek RS 3 Berlian Senilai Rp3 Triliun

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

budi gunadi sadikin, kementerian kesehatan, rs 3 berlian, asian infrastructure investment bank, transformasi kesehatan

Menteri Kesehatan (Menkes) mengungkapkan perkembangan proyek aliansi strategis rumah sakit yang dikenal sebagai “” dengan total anggaran mencapai sekitar Rp3 triliun. Proyek ambisius ini bertujuan untuk memperkuat layanan rujukan nasional di Indonesia, khususnya pada bidang kesehatan ibu dan anak, kanker, serta jantung dan pembuluh darah.

Dalam paparannya di RSAB Slipi, Jakarta Barat, pada Kamis (26/2/2026), Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa proyek ini melibatkan tiga rumah sakit rujukan utama: Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Rumah Sakit Kanker Dharmais, serta Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Fokus dan Alokasi Anggaran Proyek

Dana sebesar Rp3 triliun tersebut dialokasikan untuk berbagai komponen penting, termasuk pembangunan fisik infrastruktur, pengadaan alat kesehatan berteknologi mutakhir, serta program pendidikan dan pelatihan bagi tenaga medis. Menkes merinci, “Anggaran dari biaya kesehatannya itu sekitar Rp700 sampai Rp800 miliar. Total biaya proyeknya sekitar Rp3 triliun.”

Prioritas utama proyek ini adalah pengadaan alat kesehatan canggih yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan rujukan. Selain itu, pemerintah juga menginvestasikan anggaran signifikan untuk pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, termasuk melalui kerja sama internasional. Hal ini bertujuan agar tenaga medis Indonesia dapat menguasai teknologi terbaru langsung dari pusat-pusat layanan kesehatan global.

Dirjen Kesehatan Lanjutan , Azhar Jaya, menambahkan bahwa fokus utama pembangunan RSAB Harapan Kita sebagai bagian dari RS 3 Berlian adalah peningkatan layanan maternal dan neonatal, mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berobat ke luar negeri, serta menyediakan layanan spesialis berkualitas tinggi di dalam negeri.

Dukungan Internasional dan Integrasi Layanan

Proyek ini mendapatkan dukungan finansial dari (AIIB) melalui pinjaman senilai lebih dari Rp3,5 triliun atau setara EUR197,923 juta. Kunjungan Presiden AIIB pada Kamis (26/2/2026) turut menegaskan komitmen internasional terhadap pengembangan fasilitas kesehatan di Indonesia.

Konsep “hospital 3-in-1” atau Tiga Berlian Hospital Area Management ini akan mengintegrasikan ketiga rumah sakit secara fisik, digital, dan operasional dalam satu kawasan terpadu. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pelayanan medis, serta meningkatkan kapasitas tempat tidur RSAB Harapan Kita dari 271 menjadi 550.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya investasi ini, menyatakan, “Pembangunan rumah sakit bukan hanya tentang infrastruktur. Ini adalah investasi untuk membangun kehidupan dan masa depan generasi penerus bangsa. Investasi terbaik adalah investasi pada manusia.”

Target dan Komitmen Lingkungan

Proyek ini telah memulai tahap persiapan sejak tahun 2024, dengan implementasi yang direncanakan dimulai pada tahun 2025 dan ditargetkan selesai pada tahun 2029. Pembangunan ini juga dirancang untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dan RPJPN 2025-2045 melalui peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga berkomitmen untuk menerapkan praktik lingkungan yang berkelanjutan dan tangguh dalam proyek ini. Pembangunan RSAB Harapan Kita di Proyek RS 3 Berlian akan menggabungkan desain hijau, ketahanan iklim, dan pembangunan yang bertanggung jawab secara sosial, dengan dokumen Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) dan Environmental and Social Management Plan (ESMP) telah disiapkan.

Selain proyek RS 3 Berlian, Kementerian Kesehatan juga gencar melakukan transformasi layanan rujukan nasional, termasuk pembangunan 66 rumah sakit baru di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Sebanyak 22 rumah sakit di antaranya ditargetkan rampung pada Maret-April 2026, dan 14 rumah sakit canggih telah siap diresmikan Presiden Prabowo per Januari 2026. Upaya ini sejalan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk deteksi dini penyakit, serta rencana pembangunan rumah sakit internasional untuk menahan masyarakat berobat ke luar negeri.