Meta Platforms, bekerja sama dengan EssilorLuxottica, dikabarkan tengah bersiap meluncurkan dua model kacamata pintar bertenaga kecerdasan buatan (AI) terbaru dari Ray-Ban, yang diberi kode nama ‘Scriber’ dan ‘Blazer’. Kacamata ini dirancang secara spesifik untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna lensa resep, sebuah langkah strategis yang diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan, kemungkinan pada April atau awal Mei 2026.
Pengembangan ini terungkap melalui dokumen pengajuan ke Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat pada 10 Maret 2026, yang mengidentifikasi perangkat tersebut sebagai “unit produksi”, mengindikasikan peluncuran yang sudah dekat. Meskipun kacamata pintar Ray-Ban Meta generasi sebelumnya telah mendukung lensa resep, model ‘Scriber’ dan ‘Blazer’ ini akan menjadi yang pertama yang secara khusus dioptimalkan untuk penggunaan tersebut.
Fokus pada Pengguna Lensa Resep dan Peningkatan Teknologi
Langkah Meta untuk menargetkan pengguna lensa resep sejalan dengan visi CEO Mark Zuckerberg, yang pada panggilan pendapatan kuartal keempat 2025 pada Januari lalu menyatakan, “Miliaran orang memakai kacamata atau lensa kontak untuk koreksi penglihatan. Sulit membayangkan dunia dalam beberapa tahun ke depan di mana sebagian besar kacamata yang dipakai orang bukanlah kacamata AI.” Penjualan kacamata pintar Meta sendiri telah melonjak, melampaui tujuh juta unit pada tahun 2025 dan disebut Zuckerberg sebagai “salah satu perangkat elektronik konsumen dengan pertumbuhan tercepat sepanjang masa.”
Model ‘Scriber’ dan ‘Blazer’ akan hadir dalam dua gaya bingkai, yaitu persegi panjang dan bulat, dengan varian ‘Blazer’ yang mungkin tersedia dalam ukuran yang lebih besar. Peningkatan signifikan lainnya termasuk dukungan untuk pita Wi-Fi 6 UNII-4 (5.9 GHz), yang tidak ada pada model sebelumnya yang menggunakan Wi-Fi 6E (6 GHz). Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas koneksi dan kinerja untuk fitur-fitur seperti livestreaming dan kemampuan AI. Meskipun detail spesifik mengenai chipset belum diungkap, rumor menyebutkan generasi ketiga kacamata pintar Ray-Ban Meta akan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon AR series yang ditingkatkan, kemungkinan Snapdragon AR1 Plus.
Integrasi AI dan Kekhawatiran Privasi
Kacamata pintar ini akan terus mengandalkan Meta AI untuk berbagai fungsi, termasuk jawaban real-time, petunjuk arah, dan terjemahan bahasa, semuanya dapat diakses secara hands-free. Fitur kamera yang disematkan pada generasi sebelumnya menawarkan resolusi video hingga 3K dan kamera 12MP ultra-wide, yang kemungkinan akan dipertahankan atau ditingkatkan pada model baru ini. Daya tahan baterai juga menjadi fokus, dengan model generasi kedua menawarkan hingga 8 jam penggunaan dan tambahan 48 jam dengan casing pengisi daya.
Namun, di tengah antusiasme terhadap inovasi ini, Meta juga menghadapi gugatan hukum terkait masalah privasi. Sebuah investigasi oleh surat kabar Swedia melaporkan bahwa pekerja subkontraktor Meta di Kenya melihat konten video sensitif, termasuk momen pribadi pengguna, yang direkam oleh kacamata pintar dan dikirim ke server Meta untuk pelatihan model AI. Gugatan class-action telah diajukan terhadap Meta dan Luxottica of America di pengadilan federal California, menuduh perusahaan menyesatkan konsumen dengan memasarkan kacamata AI sebagai “dirancang untuk privasi” tanpa mengungkapkan praktik tersebut.
Peluncuran ‘Scriber’ dan ‘Blazer’ akan menandai komitmen Meta yang lebih dalam terhadap pasar perangkat wearable AI, dengan tujuan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari pengguna melalui perangkat yang lebih akrab dan fungsional. Kacamata ini diharapkan akan tersedia melalui saluran penjualan kacamata resep tradisional, memperluas jangkauan aksesibilitas bagi miliaran pengguna kacamata di seluruh dunia.