Michael Bambang Hartono, Bos Djarum dan BCA, Tutup Usia 86 Tahun di Singapura

michael bambang hartono, djarum group, bank central asia, robert budi hartono, orang terkaya indonesia

, salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia dan pemilik Grup Djarum, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026. Pengusaha kelahiran Kudus ini wafat di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat, dalam usia 86 tahun. Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan.

Michael Bambang Hartono, yang juga dikenal dengan nama Oei Hwie Siang, merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pendiri perusahaan rokok Djarum. Bersama adiknya, , ia mewarisi bisnis keluarga tersebut pada tahun 1963 setelah pabrik Djarum dilanda kebakaran hebat dan sang ayah meninggal dunia. Di bawah kepemimpinan duo Hartono bersaudara, Djarum bertransformasi dari perusahaan rokok menjadi konglomerasi bisnis raksasa yang merambah berbagai sektor.

Gurita Bisnis dan Kekayaan Melimpah

Grup Djarum di bawah kendali Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono tidak hanya mendominasi pasar rokok kretek, bahkan hingga ke Amerika Serikat, tetapi juga memiliki investasi besar di sektor perbankan. Mereka adalah pemegang saham mayoritas (BCA), salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, dengan kepemilikan sekitar 51% melalui Farindo Holding Ltd. atau 54,94% melalui PT Dwimuria Investama Andalan. Selain itu, gurita bisnis mereka juga mencakup perusahaan elektronik Polytron yang didirikan pada tahun 1975, perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat, serta sejumlah properti seperti Grand Indonesia. Belakangan, Grup Djarum juga mengakuisisi saham klub sepak bola Serie A Italia, Como 1907, serta merambah ke sektor ritel (Ranch Market, Supra Boga Lestari), makanan dan minuman (Bakmi GM, SariWangi), e-commerce (Blibli), dan media komunikasi (Mola).

Michael Bambang Hartono secara konsisten masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia dan dunia. Pada tahun 2022, Forbes menempatkannya di peringkat ke-69 dunia dengan kekayaan bersih individu mencapai US$22,3 miliar. Sementara itu, Bloomberg Billionaires Index pada Maret 2024 mencatat kekayaan individu Michael Bambang Hartono senilai US$18,4 miliar atau sekitar Rp306,23 triliun. Kekayaan gabungannya dengan sang adik, Robert Budi Hartono, mencapai US$47,7 miliar pada tahun 2022.

Kiprah di Dunia Olahraga dan Filantropi

Di luar kesuksesan bisnisnya, Michael Bambang Hartono juga dikenal sebagai seorang filantropis melalui Djarum Foundation yang berfokus pada pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya. Kontribusinya di dunia olahraga sangat nyata, terutama melalui pembinaan bulu tangkis di PB Djarum yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi nasional.

Menariknya, Michael Bambang Hartono juga merupakan seorang atlet bridge. Ia bahkan menjadi atlet tertua dari kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, saat berusia 78 tahun. Dalam ajang tersebut, ia berhasil meraih medali perunggu. Bonus atlet sebesar Rp250 juta yang diterimanya dari pemerintah disumbangkan sepenuhnya kepada Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) untuk pengembangan olahraga bridge nasional. Ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PB GABSI dan pernah menyatakan bahwa bermain bridge adalah cara untuk melatih diri dalam mengambil keputusan dan mengelola risiko, serta mencegah pikun. Atas dedikasinya, Presiden Joko Widodo menganugerahinya Satyalancana Dharma Olahraga pada tahun 2020.

Michael Bambang Hartono dikenang sebagai sosok yang konsisten membangun bisnis berbasis keluarga dengan pendekatan jangka panjang, serta dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana, bahkan tak segan makan di warung tahu pong pinggir jalan.