Michael Carrick: “Bertanggung Jawab Memimpin Manchester United Adalah Kehormatan”

kembali menduduki kursi panas manajer interim , sebuah peran yang ia sebut sebagai “kehormatan”. Penunjukan Carrick pada 13 Januari 2026, menyusul pemecatan Ruben Amorim, telah membawa angin segar bagi skuad Setan Merah, dengan catatan impresif lima kemenangan dan satu hasil imbang dari enam pertandingan pertamanya.

Di bawah kepemimpinannya, Manchester United kini bertengger di posisi keempat klasemen Premier League, unggul tiga poin dari pesaing terdekat seperti Chelsea dan Liverpool. Kemenangan dalam laga krusial melawan pada Minggu, 1 Maret 2026, berpotensi mengangkat United ke posisi ketiga.

Fokus Penuh di Tengah Spekulasi

Menjelang pertandingan penting di Old Trafford, Carrick menegaskan fokusnya sepenuhnya pada performa tim, menepis spekulasi mengenai kemungkinan penunjukan permanen dirinya sebagai manajer. “Ini bukan sesuatu yang akan terlintas di pikiran saya sampai Anda menyebutkannya,” ujar Carrick. “Itu tidak membuat perbedaan sama sekali. Saya memiliki rasa hormat penuh untuk Crystal Palace dan Oliver (Glasner), dalam hal tim mereka dan peran yang mereka lakukan. Tapi ini adalah pertandingan berikutnya bagi kami.”

Carrick, yang juga meraih penghargaan Manajer Terbaik Premier League untuk bulan Januari, dengan rendah hati memuji kerja keras seluruh staf dan pemainnya. “Sejujurnya, ini bukan hanya tentang saya. Ini tentang semua orang, Anda tahu: ini tentang staf, staf pelatih, staf di belakang layar, para pemain pastinya,” ungkapnya.

Dampak Instan dan Dukungan Ruang Ganti

Periode kedua Carrick sebagai manajer interim, setelah sebelumnya mengambil alih pada 2021 pasca-pemecatan Ole Gunnar Solskjaer, menunjukkan dampak yang signifikan. Ia berhasil menyatukan ruang ganti yang sempat terpecah belah, dengan para pemain senior dilaporkan terkesan dengan pendekatan taktisnya dan pengetahuannya yang luas tentang sepak bola.

Sebuah sumber internal klub menyebut pendekatan Carrick sebagai “angin segar” bagi para pemain yang sebelumnya merasa terbebani oleh instruksi taktis yang kaku. “Michael datang dan melakukan pekerjaan hebat karena dia adalah angin segar,” kata sumber tersebut. “Beberapa pemain mengharapkan itu, karena bermain untuk Amorim seperti bermain catur. Anda harus mengikuti aturannya dengan cermat, sedangkan Michael telah meminta mereka untuk mengekspresikan diri.”

Carrick juga telah membentuk tim kepelatihan baru yang solid, termasuk Steve Holland, Jonathan Woodgate, Jonny Evans, dan Travis Binnion. Binnion secara khusus dipuji atas kontribusinya dalam mengembangkan para penyerang, termasuk Benjamin Sesko yang sedang on fire.

Sesko Jadi Starter, Badai Cedera Menerpa

Dalam laga kontra Crystal Palace, Michael Carrick memutuskan untuk memberikan kepercayaan penuh kepada Benjamin Sesko sebagai starter. Penyerang asal Slovenia ini telah menunjukkan performa gemilang dengan mencetak tiga gol dalam empat penampilan sebagai pemain pengganti di bulan Februari.

Namun, United harus menghadapi pertandingan ini tanpa beberapa pilar penting yang cedera, termasuk Lisandro Martinez dan Matthijs de Ligt. Martinez absen karena masalah betis, sementara De Ligt mengalami masalah punggung.