Michael Carrick, yang saat ini menjabat sebagai manajer interim Manchester United, dilaporkan menjadi kandidat terdepan untuk mengambil alih posisi manajer permanen di Old Trafford. Penunjukan Carrick pada Januari 2026, menyusul pemecatan Ruben Amorim, telah menghasilkan awal yang sangat menjanjikan bagi Setan Merah.
Sejak mengambil alih kendali, Carrick berhasil memimpin Manchester United meraih empat kemenangan beruntun, termasuk kemenangan penting atas rival sekota Manchester City dan Arsenal. Performa impresif ini telah mendorong United ke posisi kualifikasi Liga Champions, sebuah pencapaian signifikan dalam waktu singkat.
Perjalanan Carrick Menuju Old Trafford
Ini adalah kali kedua Carrick menjabat sebagai manajer interim di Manchester United. Sebelumnya, ia sempat memimpin tim dalam tiga pertandingan pada tahun 2021 setelah kepergian Ole Gunnar Solskjaer, dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Pengalaman manajerial permanen pertamanya datang di Middlesbrough, di mana ia bertugas dari Oktober 2022 hingga Juni 2025.
Di bawah kepemimpinannya, Middlesbrough menunjukkan peningkatan signifikan, berhasil mencapai babak play-off Championship pada musim 2022/2023 dengan finis di posisi keempat. Namun, ia kemudian dipecat pada Juni 2025 setelah tim finis di posisi kedelapan pada musim 2023/2024 dan kesepuluh pada musim 2024/2025.
Filosofi dan Tantangan Taktis
Gaya kepelatihan Carrick dikenal dengan penekanan pada penguasaan bola yang sabar dan operan-operan pendek, seringkali menggunakan formasi 4-2-3-1. Ia juga dipuji atas kemampuannya dalam mengelola pemain dan meningkatkan kualitas individu. Namun, di Middlesbrough, ia sempat menghadapi kritik terkait kekakuan taktis dan manajemen pertandingan, terutama dalam menjaga keunggulan di babak kedua.
Kini, di Manchester United, Carrick didukung oleh staf pelatih yang solid, termasuk Steve Holland dan Jonathan Woodgate, yang disebut telah menciptakan “keseimbangan sempurna” di Carrington. Kehadiran staf berpengalaman ini diharapkan dapat mengatasi beberapa kelemahan yang terlihat di klub sebelumnya.
Persaingan dan Masa Depan
Carrick kini menjadi “favorit jelas” untuk posisi manajer permanen, terutama setelah sejumlah kandidat top lainnya seperti Thomas Tuchel, Luis Enrique, Carlo Ancelotti, Roberto De Zerbi, dan Oliver Glasner dilaporkan tidak lagi menjadi pilihan utama atau kurang cocok. Meskipun demikian, manajemen United, di bawah INEOS, berencana untuk melakukan pencarian yang menyeluruh dan menghindari keputusan terburu-buru, belajar dari pengalaman sebelumnya dengan Ole Gunnar Solskjaer.
Carrick sendiri menyatakan fokus utamanya saat ini adalah untuk meningkatkan performa tim hingga akhir musim, bukan memikirkan masa depannya secara pribadi. Namun, ia mengakui merasa “betah” di kursi pelatih. Dengan performa yang terus menanjak dan dukungan yang kuat, masa depan Michael Carrick di Manchester United tampaknya semakin cerah.