Michael Carrick kembali mengambil alih kemudi Manchester United sebagai pelatih kepala interim, sebuah peran yang ia sebut sebagai “peran pamungkas” dalam kariernya. Penunjukan ini, yang diumumkan pada 13 Januari 2026, menandai periode kedua Carrick memimpin tim Setan Merah, menyusul pemecatan Ruben Amorim. Mantan gelandang legendaris ini langsung menggebrak dengan catatan tak terkalahkan yang impresif, menempatkannya sebagai kandidat kuat untuk posisi manajer permanen.
Kisah penunjukan Carrick kali ini memiliki kemiripan dengan pengalaman pertamanya pada November 2021. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan menuju Newcastle ketika panggilan tak terduga datang. Ole Gunnar Solskjaer baru saja dipecat setelah kekalahan telak 4-1 dari Watford pada 21 November 2021, dan Carrick diminta untuk mengisi posisi manajer sementara. Ia mengenang momen itu dengan tenang, menyatakan bahwa tawaran tersebut “terasa tepat” dan ia hanya memberitahu istrinya.
Dalam periode pertamanya sebagai manajer sementara, Carrick sukses menorehkan catatan tak terkalahkan dalam tiga pertandingan. Ia memimpin United meraih kemenangan 2-0 atas Villarreal di Liga Champions pada 23 November 2021, hasil imbang 1-1 melawan Chelsea di Liga Primer pada 28 November 2021 (di mana ia membuat keputusan berani mencadangkan Cristiano Ronaldo), dan kemenangan 3-2 atas Arsenal pada 2 Desember 2021. Setelah periode singkat yang sukses itu, Carrick memutuskan untuk meninggalkan klub sepenuhnya pada 2 Desember 2021, menyusul penunjukan Ralf Rangnick sebagai manajer interim. Ia mengungkapkan, “Waktu saya di klub hebat ini akan selalu menjadi tahun-tahun terbaik dalam karier saya.”
Setelah meninggalkan Old Trafford, Carrick memulai babak baru dalam karier manajerialnya. Ia mengambil peran manajer permanen pertamanya di Middlesbrough pada 24 Oktober 2022. Di sana, ia berhasil membawa tim ke babak play-off Championship pada musim 2022-2023, menunjukkan kemampuannya dalam memimpin tim. Ia kemudian meninggalkan Middlesbrough pada Juni 2025.
Kini, pada Februari 2026, Carrick kembali ke panggung Old Trafford. Penunjukan keduanya sebagai pelatih kepala interim terjadi setelah Manchester United memecat Ruben Amorim. Darren Fletcher sempat mengambil alih untuk dua pertandingan sebelum Carrick resmi ditunjuk. Sejak mengambil alih pada 13 Januari 2026, Carrick telah memimpin United dalam lima pertandingan, mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang, dengan total 13 poin. Kemenangan penting atas rival seperti Manchester City dan Arsenal turut mewarnai awal gemilangnya. Atas performa impresif ini, ia bahkan meraih penghargaan Manajer Terbaik Bulan Januari 2025-2026.
Carrick menyatakan bahwa ia merasa terhormat dan istimewa berada di posisi ini. Ia juga menekankan pentingnya membangun kembali koneksi dengan para suporter dan keyakinannya pada pemain muda, seperti yang terlihat dari peran vital Kobbie Mainoo di bawah kepemimpinannya. Dengan awal yang menjanjikan ini, Michael Carrick kini muncul sebagai kandidat terdepan untuk posisi manajer permanen Manchester United, sebuah pengakuan atas kepemimpinan dan dampak positif yang ia berikan.