Pertandingan sengit antara Argentinos Juniors, yang dijuluki ‘El Bicho’, melawan Barracas Central, yang dikenal sebagai ‘El Guapo’, pada 27 Februari 2026 lalu berakhir dengan skor imbang 2-2. Laga ini menyisakan drama dan kontroversi yang memicu kemarahan di kubu Argentinos Juniors, bahkan membuat pelatih kepala mereka, Gabriel Milito, melontarkan pernyataan keras.
Milito tidak menutupi kekecewaannya pasca-pertandingan yang digelar di kandang Argentinos Juniors, Estadio Diego Armando Maradona. Ia merasa timnya dirugikan oleh keputusan wasit. “Ini bukan sepak bola yang adil. Kami merasa dirampok,” ujarnya dalam konferensi pers.
Drama Penalti di Menit Akhir
Argentinos Juniors sebenarnya tampil dominan di babak pertama dan berhasil unggul dua gol tanpa balas. Gol-gol tersebut dicetak oleh striker muda Luciano Gondou dan gelandang Federico Redondo. Keunggulan 2-0 ini membuat para penggemar ‘El Bicho’ optimistis akan meraih kemenangan penuh di kandang.
Namun, harapan tersebut sirna di menit-menit akhir pertandingan. Barracas Central mendapatkan hadiah penalti kontroversial pada menit ke-90+3. Gelandang Iván Tapia berhasil mengeksekusi penalti tersebut dengan tenang, mengubah skor menjadi 2-2 dan menyelamatkan Barracas Central dari kekalahan.
Kritik Pedas untuk Wasit dan Reaksi Publik
Keputusan wasit utama, Fernando Rapallini, yang memberikan penalti tersebut langsung menjadi sorotan dan menuai kritik pedas dari berbagai pihak. Analis sepak bola, mantan pemain, hingga para penggemar di media sosial menyuarakan ketidakpuasan mereka. Tagar #RoboAArgentinos (Perampokan terhadap Argentinos) bahkan menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di media sosial, bersamaan dengan ‘El Guapo vs El Bicho’.
Insiden ini tidak hanya memengaruhi hasil pertandingan, tetapi juga memicu reaksi serius dari manajemen klub. Presiden Argentinos Juniors, Cristian Malaspina, dikabarkan akan mengajukan protes resmi kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) terkait insiden tersebut. Protes ini diharapkan dapat meninjau kembali keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.
Dengan hasil imbang ini, kedua tim masih berada di papan tengah klasemen Liga Profesional Argentina. Argentinos Juniors menempati posisi ke-7, sementara Barracas Central berada di peringkat ke-9. Namun, hasil ini lebih dari sekadar angka di papan klasemen; ia meninggalkan jejak kontroversi yang kemungkinan akan terus diperbincangkan dalam beberapa waktu ke depan di kancah sepak bola Argentina.