Mimpi Piala Dunia Suriname Kandas di Tangan Bolivia, Patrick Kluivert Kembali Rasakan Pahitnya Eliminasi Kualifikasi

Tim nasional Suriname harus mengubur dalam-dalam impian mereka untuk tampil di Piala Dunia FIFA 2026 setelah takluk 2-1 dari Bolivia dalam pertandingan semi-final Play-Off Tournament . Kekalahan ini terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026, di Stadion Monterrey, Meksiko, mengakhiri perjalanan historis Suriname yang berambisi lolos ke putaran final untuk pertama kalinya.

Dalam laga krusial tersebut, Suriname sempat unggul lebih dulu melalui gol Liam van Gelderen pada menit ke-48. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Bolivia berhasil menyamakan kedudukan lewat Moisés Paniagua di menit ke-72, sebelum Miguel Terceros memastikan kemenangan Bolivia melalui tendangan penalti pada menit ke-79.

Kegagalan ini juga kembali menyeret nama legenda sepak bola Belanda, . Meskipun tidak menjabat sebagai pelatih kepala, Kluivert diketahui terlibat dalam upaya kualifikasi Suriname sebagai penasihat dan duta tim. Manajer umum tim Suriname, Brian Tevreden, menegaskan bahwa peran Kluivert dan Clarence Seedorf, legenda Belanda lainnya yang juga memiliki ikatan dengan Suriname, bukanlah posisi resmi. Tevreden menyatakan, “Ini bukan posisi resmi.”

Ini menjadi kali kedua Patrick Kluivert terlibat dalam kegagalan tim nasional di 2026. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia dari Januari hingga Oktober 2025. Di bawah kepemimpinannya, juga gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) pada babak keempat kualifikasi zona Asia.

Kinerja Kluivert di Indonesia kala itu menuai kritik tajam dari publik. Ia akhirnya meninggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada Oktober 2025 melalui kesepakatan pemutusan kerja sama bersama PSSI. Bahkan, sebuah survei menunjukkan 91,8% penggemar sepak bola Indonesia mendukung tagar #PatrickOut, menyerukan pemecatan dirinya.

Untuk Timnas Suriname sendiri, saat ini posisi pelatih kepala dipegang oleh Henk ten Cate, yang mengambil alih setelah Stanley Menzo mengundurkan diri. Turnamen Play-Off antar-konfederasi ini merupakan kesempatan terakhir bagi enam negara dari lima konfederasi untuk memperebutkan dua slot tersisa di Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.