Min Hee-jin Tetap Jabat CEO ADOR di Tengah Banding HYBE atas Putusan Pengadilan

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771667410

Min Hee-jin, CEO agensi yang menaungi grup idola , dilaporkan masih memegang jabatannya per Februari 2026. Hal ini terjadi di tengah proses banding yang diajukan oleh perusahaan induk ADOR, , terhadap putusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Mei 2024 yang menguntungkan Min Hee-jin.

Sebelumnya, pada Mei 2024, Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengabulkan permohonan Min Hee-jin untuk perintah larangan. Putusan tersebut secara efektif mencegah HYBE menggunakan hak suaranya untuk memberhentikan Min Hee-jin dari posisinya sebagai CEO ADOR. Pengadilan menyatakan bahwa HYBE tidak dapat memberikan bukti yang cukup kuat untuk mendukung alasan pemecatan Min Hee-jin.

Keputusan pengadilan tersebut menjadi kemenangan signifikan bagi Min Hee-jin dalam sengketa manajemen yang memanas antara dirinya dan HYBE. Min Hee-jin sebelumnya menuduh HYBE berupaya mengambil alih kendali manajemen ADOR dan menyingkirkannya. Di sisi lain, HYBE menuduh Min Hee-jin berupaya merebut kendali ADOR.

Meskipun putusan pengadilan telah dikeluarkan, ketegangan antara kedua belah pihak tetap tinggi. HYBE menyatakan akan menghormati keputusan pengadilan, namun mengisyaratkan adanya langkah hukum lebih lanjut. Menanggapi hal tersebut, Min Hee-jin menyerukan dialog untuk menyelesaikan konflik.

Pada akhir tahun 2024, HYBE dilaporkan telah mengajukan banding atas putusan pengadilan Mei 2024. Proses banding ini diperkirakan akan memakan waktu, sehingga status Min Hee-jin sebagai CEO ADOR tetap bertahan selama proses hukum berlangsung.

Sengketa ini berawal dari pernyataan kontroversial Min Hee-jin mengenai NewJeans, termasuk tuduhan plagiarisme terhadap grup idola lain, yang menjadi salah satu pemicu konflik awal dengan HYBE. Struktur kepemilikan ADOR menunjukkan HYBE memegang 80% saham, sementara Min Hee-jin dan manajemen ADOR lainnya memiliki 20%.

Di tengah pusaran sengketa manajemen ini, grup idola NewJeans terus melanjutkan aktivitas mereka, merilis musik baru dan tampil di berbagai acara. Industri hiburan Korea Selatan terus memantau perkembangan kasus ini dengan cermat, karena dianggap dapat menetapkan preseden penting mengenai hak-hak pendiri agensi dan perusahaan induk di industri K-Pop.