Satu lagi film horor Indonesia siap menghiasi layar bioskop pada Februari 2026. Film berjudul Waru dijadwalkan tayang serentak pada 12 Februari mendatang. Film ini menggandeng sejumlah aktor dan aktris lintas generasi, termasuk Bella Graceva, Zikri Daulay, Jinan Safa, Josiah Hogan, Sharifah Husna, Dewi Amanda, Sean Mikhail, serta aktris senior Yati Surachman yang memerankan sosok krusial Iblis Waru.
Mengangkat Mitos Lokal
Film Waru berakar dari kepercayaan masyarakat Jawa mengenai pohon Waru yang tidak hanya memberikan keteduhan, tetapi juga dipercaya menjadi tempat bersemayam energi gelap, saksi bisu tragedi, bahkan pintu perlintasan makhluk gaib. Mitos inilah yang diangkat secara mendalam dalam film horor terbaru ini, memadukan unsur kearifan lokal dan kisah-kisah yang konon kerap terjadi di masyarakat.
Diproduksi oleh Adglow Pictures bekerja sama dengan Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia, Waru tidak hanya bertujuan menyajikan ketakutan instan, tetapi juga menghidupkan kembali cerita-cerita yang selama ini hanya dibisikkan. Cerita tentang pohon Waru yang tidak boleh ditebang sembarangan, tempat orang hilang, kesurupan, hingga kematian misterius menjadi fokus utama.
Proses Kreatif dan Keangkeran Pohon Waru
Sutradara Chiska Doppert, yang dipercaya menggarap film ini dengan naskah dari Ery Sofid, menjelaskan bahwa keangkeran Pohon Waru bukanlah sekadar mitos tanpa dasar. “Waru itu punya kanopi yang sangat lebar, membuat area di bawahnya gelap, sejuk, dan lembap. Kondisi ini dalam kepercayaan masyarakat sering diasosiasikan sebagai tempat yang nyaman bagi makhluk astral, karena minim cahaya dan relatif sunyi, orang tua dulu melarang kita melewati pohon Waru di saat magrib bahkan dilarang keras melihat ke atas pohon saat melewatinya,” ujar Chiska saat ditemui di kawasan Jakarta, Senin (09/02/2026).
Kepercayaan ini semakin diperkuat dengan banyaknya kisah nyata tentang orang yang sakit mendadak, kerasukan, atau mengalami kejadian aneh setelah beraktivitas di sekitar pohon Waru. Ery Sofid menambahkan bahwa Pohon Waru memang tumbuh luas di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, sering ditemukan di pesisir pantai, tepi sungai, muara, hingga dataran rendah dan tinggi. Jenis Waru Gunung bahkan dikenal tumbuh di wilayah pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur, daerah yang juga kaya akan cerita mistis turun-temurun.
Proses syuting film Waru dilakukan di sejumlah lokasi yang dikenal memiliki aura mistis, seperti Bogor, Sukabumi, Solo, dan Gunung Lawu, untuk memperkuat atmosfer cerita.
Pengalaman Horor Nasional dengan Twist Emosional
Produser Aji Fauzi menegaskan bahwa film ini dirancang sebagai pengalaman horor nasional yang berbeda. Meskipun mengusung horor mitologis, Waru menekankan drama yang kuat, konflik emosional, dan plot twist tak terduga. Film ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar film horor, tetapi juga kisah tragis tentang manusia, dosa, dan warisan gelap yang tak pernah benar-benar mati.
Sinopsis Film Waru
Terpasung karena sering kerasukan dan mengancam nyawa keluarganya, Lydia (Dewi Amanda) memohon Nadine (Bella Graceva) untuk memusnahkan pohon terkutuk di kampung halaman orang tuanya, tempat bersemayam jin jahat yang dikenal sebagai iblis Waru. Namun, pesan terakhir Lydia dianggap omong kosong orang sakit. Kematiannya justru memicu teror mengerikan yang menghantui Nadine, Adrian (Zikri Daulay), Anya (Jinan Safa), dan Haqi (Sean Mikhail).
Didorong rasa bersalah dan teror yang semakin nyata, mereka pergi ke rumah tua peninggalan kakek-nenek Nadine di tengah hutan untuk mencari pohon terkutuk tersebut. Di sana, gangguan mistik kian menjadi, termasuk kemunculan sosok nenek gaib yang ternyata adalah perwujudan Iblis Waru yang berusaha menggagalkan niat mereka.
Penemuan surat perjanjian pesugihan beraksara Jawa kuno mengungkap kebenaran mengerikan: Lydia pernah membuat perjanjian dengan Iblis Waru, menukar kemakmuran dengan tumbal kepala manusia setiap tahun. Kedatangan Reza (Josiah Hogan) dan Sarah (Syarifah Husna) memperdalam konflik, ketika terungkap bahwa perjanjian itu dibuat demi kesejahteraan keluarga setelah perceraian. Kini, satu-satunya jalan keluar adalah memusnahkan pohon terkutuk yang memiliki kekuatan gaib tersebut sebelum iblis Waru menagih tumbal berikutnya.






