Bojonegoro – Nama Parama Hansa Abhipraya, seorang bocah berusia 7 tahun asal Bojonegoro, Jawa Timur, kini tengah menjadi sorotan publik berkat prestasi gemilangnya di kancah internasional. Parama berhasil meraih 2nd Silver Trophy dalam kompetisi Piano Golden Lion Singapore 2026 yang diselenggarakan pada 6 hingga 8 Februari 2026.
Prestasi di bidang musik ini semakin istimewa mengingat sebelumnya Parama juga telah menorehkan tinta emas di bidang akademik. Ia sebelumnya meraih gelar juara dunia dalam kompetisi matematika internasional.
Talenta Lengkap Anak Indonesia
CEO Federation of International Music Organizer (FIMO), Andy Ujang, memberikan pujian setinggi langit kepada Parama. Ia menyebut Parama sebagai talenta baru Indonesia yang memiliki bakat komplit.
“Prestasi Parama di piano ini adalah bukti nyata bahwa bakat anak Indonesia itu komplit dan bisa unggul di mana pun. Dari matematika dunia ke panggung piano internasional, ini sangat membanggakan,” ujar Andy dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (10/2/2026).
Pencapaian luar biasa ini juga menarik perhatian Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Deputy Chief of Mission KBRI Singapura, Thomas, mengundang delegasi Indonesia, termasuk Parama, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasinya.
“Parama Hansa dan anak-anak Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa pemuda Indonesia mampu menguasai dua disiplin yang tampak berbeda, sains dan seni, dengan tingkat keunggulan tertinggi,” tutur Thomas.
Parama Hansa saat tampil dalam kompetisi piano internasional di Singapura. (Dokumentasi: Instagram @paramahansa.id)
Pengalaman Berharga di Panggung Dunia
Melalui akun Instagram pribadinya, @paramahansa.id, Parama membagikan pengalamannya mengikuti kompetisi piano internasional tersebut. Ia mengaku tak menyangka bisa meraih trofi di ajang bergengsi itu.
“Ternyata persaingan di Singapore Golden Lion ini jauh lebih besar dari yang aku bayangkan. Ada sekitar 2.000-2.500 peserta dari berbagai negara,” tulis Parama dalam unggahannya.
Meskipun menghadapi persaingan yang ketat, Parama tetap menikmati setiap momen tampil di panggung besar di hadapan juri-juri yang kompeten. Ia mengungkapkan rasa percaya dirinya yang tumbuh dari kecintaannya pada piano.
“Panggungnya besar sekali dan aku tampil di depan panel juri yang hebat-hebat. Meskipun menantang, aku tetap percaya diri karena aku sangat suka bermain piano,” tambahnya.
Rekam Jejak Akademik dan Seni
Sebelumnya, Parama Hansa telah mengukir prestasi gemilang dalam Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2025 dengan meraih gelar World Star Champion. Ia juga telah mengoleksi berbagai medali emas dari kompetisi matematika internasional lainnya, termasuk PIMSO, AMO, HKIMO, dan GMEC.
Kombinasi prestasi di bidang sains dan seni ini menegaskan potensi besar yang dimiliki generasi muda Indonesia.






