Sepakbola

Real Madrid dan UEFA Berdamai, Proyek Super League Resmi Dinyatakan Bubar

Advertisement

Proyek ambisius European Super League akhirnya resmi dibubarkan setelah Real Madrid dan UEFA mencapai kesepakatan damai terkait sengketa hukum yang sempat memanas. Keputusan ini mengakhiri polemik panjang yang mengguncang sepak bola Eropa.

Kesepakatan Demi Kebaikan Sepak Bola Eropa

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (11/2) malam WIB, Real Madrid mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan UEFA. Kesepakatan ini diharapkan membawa angin segar bagi sepak bola klub Eropa.

“UEFA, Klub-klub Sepakbola Eropa, dan Real Madrid CF mencapai kesepakatan demi kebaikan sepakbola klub Eropa,” demikian bunyi pernyataan tersebut. “Setelah berbulan-bulan pembicaraan yang dilakukan demi kepentingan terbaik sepakbola Eropa, UEFA, Klub-klub Sepak Bola Eropa (EFC), dan Real Madrid CF mengumumkan mereka telah mencapai kesepakatan prinsip demi kesejahteraan sepakbola klub Eropa, dengan menghormati prinsip prestasi olahraga, menekankan keberlanjutan jangka panjang klub, dan peningkatan pengalaman penonton melalui penggunaan teknologi.”

Kesepakatan prinsip ini juga akan berfungsi untuk menyelesaikan sengketa hukum yang timbul terkait Liga Super Eropa, setelah prinsip-prinsip tersebut dilaksanakan dan diimplementasikan.

Akhir dari Proyek Ambisius 12 Raksasa Eropa

Pernyataan ini secara efektif menandai akhir dari proyek Super League. Kompetisi yang digagas oleh 12 klub raksasa Eropa pada tahun 2021 ini memang menuai banyak kontroversi.

Advertisement

Awalnya, 12 tim pendiri yang berasal dari LaLiga, Premier League, dan Serie A, berupaya menciptakan kompetisi tandingan Liga Champions. Klub-klub tersebut antara lain:

  • LaLiga: Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid
  • Premier League: Chelsea, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, Arsenal
  • Serie A: AC Milan, Inter Milan, Juventus

Penolakan Global dan Mundurnya Klub Pendiri

Proyek Super League mendapat tentangan keras dari berbagai pihak di dunia sepak bola. Banyak yang menilai kompetisi ini berpotensi mematikan persaingan dalam piramida sepak bola dan hanya menguntungkan pemilik klub.

Suporter dari seluruh dunia, serta beberapa legenda klub, mengecam keras gagasan tersebut. Akibatnya, satu per satu klub pendiri mulai menarik diri. Klub-klub dari Inggris menjadi yang pertama mundur, diikuti oleh tim-tim lain.

Pada akhirnya, hanya Juventus, Barcelona, dan Real Madrid yang sempat bertahan. Juventus kemudian menyusul mundur pada tahun 2023, disusul Barcelona pekan lalu. Kini, Real Madrid pun telah mencapai kesepakatan dengan UEFA, menutup babak sejarah European Super League.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement