Mizuho Financial Group Inc., salah satu institusi perbankan terbesar di Jepang, berencana untuk merampingkan sekitar 5.000 posisi pekerjaan administratif dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Langkah ini akan dicapai melalui strategi otomatisasi yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) dan efisiensi operasional.
Saat ini, Mizuho memiliki sekitar 15.000 staf administratif. Rencana ini bertujuan untuk mengurangi jumlah tersebut menjadi sekitar sepertiga dari total saat ini. Namun, pihak bank menegaskan bahwa pengurangan ini tidak akan melibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebaliknya, karyawan yang terdampak akan dialihkan ke peran lain, didukung oleh program pelatihan ulang dan penempatan kembali.
Fokus pada Realokasi dan Peningkatan Keterampilan
Seorang eksekutif senior Mizuho menyatakan bahwa “sebagian besar pekerjaan manual untuk tugas-tugas administratif akan menjadi tidak perlu” berkat model AI terbaru. Tugas-tugas seperti pemeriksaan dokumen, entri data, dan pemrosesan rutin akan sepenuhnya ditangani oleh AI di pusat-pusat administrasi Mizuho Bank.
Karyawan yang sebelumnya menangani tugas-tugas tersebut akan dialihkan ke divisi-divisi yang berfokus pada penjualan ritel di cabang, pengumpulan dan analisis informasi untuk klien korporat, serta dukungan untuk peningkatan efisiensi operasional. Mizuho juga berkomitmen untuk menyediakan dukungan pelatihan ulang (reskilling) guna membantu staf memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk peran-peran baru ini. Selain realokasi, pengurangan jumlah staf juga akan mengandalkan pengurangan rekrutmen dan atrisi alami.
Investasi Besar dalam Teknologi AI
Untuk mempercepat fokusnya pada pengembangan dan integrasi AI, Mizuho Financial Group berencana menginvestasikan hingga ¥100 miliar (sekitar Rp10,5 triliun) antara tahun fiskal 2026 hingga 2028. Investasi ini tidak hanya untuk merampingkan tugas administratif, tetapi juga untuk mendukung karyawan dan mengembangkan asisten AI yang dapat membantu nasabah dalam pengelolaan aset.
Sebelumnya, Mizuho telah berhasil mengurangi sekitar 10.000 staf administratif selama 10 tahun hingga tahun fiskal 2025 melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Mizuho terhadap transformasi digital.
Inisiatif AI Mizuho dan Pandangan Industri
Mizuho telah aktif mengimplementasikan berbagai alat AI. Pada Juni 2023, bank ini meluncurkan ‘Wiz Chat’, asisten AI generatif internal yang dikembangkan menggunakan Azure OpenAI Service, untuk seluruh karyawannya di Jepang. Wiz Chat terus berevolusi dengan penambahan fungsi seperti dukungan teks panjang, generator gambar DALL-E3, dan pengenalan gambar GPT-4 Vision pada April 2024. Selain itu, Mizuho juga mendirikan AIX Promotion Office pada April 2024 untuk mendorong pemanfaatan AI secara internal dan eksternal.
CEO Mizuho Financial Group, Masahiro Kihara, dalam sebuah acara pada Oktober 2025, menekankan bahwa AI diharapkan untuk mendukung pekerja manusia, bukan sepenuhnya mengotomatisasi peran mereka. Kihara menyatakan bahwa manusia membawa keterampilan seperti empati, dialog, dan kreativitas yang tidak dimiliki AI. Pandangan ini sejalan dengan eksekutif bank-bank besar Jepang lainnya seperti Daiwa Securities Group, Mitsubishi UFJ Financial Group, dan Nomura Holdings, yang melihat AI sebagai mitra untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan kinerja, serta menangani tugas-tugas rutin agar manusia dapat fokus pada pekerjaan yang lebih kompleks.
Di Amerika, Mizuho Americas juga berkolaborasi dengan Pursuit meluncurkan ‘AI Nonprofit Build Corps’ pada Februari 2026. Inisiatif ini bertujuan melatih para ahli AI dan menghubungkan mereka dengan organisasi nirlaba, menciptakan jembatan antara peluang kerja dan dampak sosial.