Modi Tegaskan India Siap Jadi Pusat AI Global, Ungkap Visi MANAV untuk Tata Kelola Beretika

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

narendra modi, kecerdasan buatan, india ai impact summit 2026, manav vision, indiaai mission

Perdana Menteri India kembali menegaskan komitmen negaranya untuk memposisikan diri sebagai pusat pengembangan (AI) global. Pernyataan ini disampaikan Modi dalam pidato utamanya pada yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, dari 16 hingga 21 Februari 2026.

Dalam forum yang dihadiri para pemimpin dunia, eksekutif teknologi, dan pembuat kebijakan tersebut, Modi menekankan bahwa India melihat AI sebagai “kebaikan bersama global” dan “cetak biru masa depan”. Ia menyerukan pengembangan AI yang bertanggung jawab dan etis, serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia, khususnya di negara-negara berkembang atau Global South.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Perdana Menteri Modi memperkenalkan kerangka kerja tata kelola AI yang komprehensif, yang disebut “Visi MANAV”. MANAV merupakan akronim dari Moral dan Sistem Etis, Tata Kelola yang Akuntabel, Kedaulatan Nasional, Aksesibel dan Inklusif, serta Valid dan Sah. Visi ini diharapkan menjadi panduan penting bagi ekosistem AI global di abad ke-21.

India juga telah meluncurkan dengan anggaran lebih dari ₹10.300 crore (sekitar Rp20 triliun) untuk membangun ekosistem AI yang kuat. Misi ini mencakup pengembangan infrastruktur komputasi, data, dan talenta. Menteri Elektronik dan Teknologi Informasi Ashwini Vaishnaw mengumumkan penambahan 20.000 Unit Pemrosesan Grafis (GPU) ke kapasitas yang sudah ada sebanyak 38.000 GPU, dengan tujuan menyediakan akses GPU canggih seharga ₹65 per jam bagi startup, peneliti, dan institusi publik.

Modi juga mengundang kolaborasi global dengan seruan, “Rancang dan kembangkan di India. Kirimkan ke dunia. Kirimkan ke umat manusia.” Ia menyoroti keberhasilan India dalam membangun infrastruktur publik digital berskala besar seperti identitas digital untuk 1,4 miliar penduduk dan sistem pembayaran yang menangani 20 miliar transaksi bulanan, sebagai model untuk penerapan AI yang terjangkau dan dapat diskalakan.

Minat investasi terhadap sektor AI di India juga menunjukkan peningkatan signifikan. Diperkirakan lebih dari USD 200 miliar investasi akan mengalir ke ekosistem AI India dalam dua tahun ke depan. Perusahaan teknologi raksasa seperti Google telah mengumumkan investasi sebesar USD 15 miliar untuk pusat AI di Visakhapatnam, sementara Microsoft berkomitmen USD 17,5 miliar selama empat tahun, dan Amazon menjanjikan USD 35 miliar hingga tahun 2030.

Perdana Menteri Modi menekankan bahwa India memiliki keunggulan demografi, keragaman, dan demokrasi, serta kumpulan talenta teknologi terbesar di dunia. Ia menyatakan, “Kami tidak hanya ingin menggunakan AI, kami ingin memimpin dalam pengembangannya, memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh semua orang.” KTT AI India 2026 sendiri berhasil menarik partisipasi dari lebih dari 100 negara, termasuk 20 kepala negara dan 60 menteri, dengan lebih dari 70 negara telah menandatangani deklarasi bersama.