Anfield akan segera mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu ikon terbesarnya. Mohamed Salah, sang ‘Raja Mesir‘ yang telah mengukir sejarah selama sembilan tahun, dipastikan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026. Keputusan ini, yang diumumkan pada Maret 2026, menandai berakhirnya sebuah era gemilang bagi penyerang asal Mesir tersebut dan klub Merseyside.
Kabar kepergian Salah datang mengejutkan, mengingat ia baru saja menandatangani kontrak baru pada April 2025 yang seharusnya mengikatnya hingga 2027. Namun, kesepakatan pemutusan kontrak lebih awal telah dicapai, membuka lembaran baru bagi pemain berusia 33 tahun ini. Bersamaan dengan kepergiannya, rekan setim yang juga menjadi pilar pertahanan, Andrew Robertson, turut mengumumkan akan meninggalkan Anfield. Mohamed Salah sendiri menyampaikan pesan perpisahan yang menyentuh hati untuk Robertson melalui media sosialnya, menyebutnya sebagai legenda.
Perjalanan dari Nagrig ke Puncak Eropa
Lahir di Nagrig, Basyoun, Mesir, pada 15 Juni 1992, Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly memulai karier seniornya di Al-Mokawloon pada 2010. Bakatnya kemudian membawanya ke Eropa bersama Basel, di mana ia memenangkan dua gelar Liga Super Swiss. Setelah sempat singgah di Chelsea dan menjalani masa pinjaman di Fiorentina, Salah menemukan kembali performa terbaiknya di AS Roma sebelum akhirnya berlabuh di Liverpool pada musim panas 2017 dengan biaya transfer yang memecahkan rekor klub.
Sejak kedatangannya, Salah langsung menjelma menjadi mesin gol yang tak terbendung. Musim debutnya pada 2017/2018 menjadi salah satu yang paling fenomenal, di mana ia mencetak 44 gol di semua kompetisi, sebuah rekor gol terbanyak bagi pemain Liverpool di musim debut. Ia juga mencatatkan 32 gol di Liga Primer, rekor gol terbanyak dalam satu musim Liga Primer format 38 pertandingan.
Deretan Rekor dan Penghargaan Individu
Julukan ‘Egyptian King’ yang disematkan oleh para suporter Liverpool bukan tanpa alasan. Salah telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu penyerang paling produktif di Liga Primer dan Eropa. Ia adalah pencetak gol asing terbanyak sepanjang masa di Liga Primer dan pencetak gol Afrika terbanyak di Liga Champions UEFA.
Hingga April 2026, Salah menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool dengan 256 gol dari 437 penampilan di semua kompetisi. Ia juga menjadi pemain Afrika pertama yang mencapai 50 gol di Liga Champions pada Maret 2026. Selain itu, Salah memegang rekor keterlibatan gol (gol dan assist) terbanyak untuk satu klub di Liga Primer, dengan total 277 kontribusi, melampaui Wayne Rooney pada Desember 2025.
Koleksi penghargaan individunya pun tak kalah mentereng:
- Premier League Golden Boot: 4 kali.
- PFA Players’ Player of the Year: 3 kali (2017-18, 2021-22, 2025-26), menjadikannya pemain pertama yang meraihnya tiga kali.
- FWA Footballer of the Year: 3 kali.
- Premier League Player of the Season: 2 kali, termasuk musim 2024/2025.
- Premier League Playmaker of the Season: 2 kali, termasuk musim 2024/2025.
- FIFA Puskas Award: 2018.
- Liverpool Goal of the Month: Maret 2026, untuk gol ikonik melawan Galatasaray di Liga Champions.
Kontribusi Terhadap Kejayaan Liverpool
Kontribusi Salah tidak hanya terbatas pada rekor individu. Ia adalah bagian integral dari era keemasan Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp dan Arne Slot. Bersama The Reds, ia telah mengangkat berbagai trofi bergengsi:
- Liga Primer Inggris: 2 kali (2019/2020, 2024/2025).
- Liga Champions UEFA: 1 kali (2018/2019).
- Piala Dunia Antarklub FIFA: 1 kali (2019).
- Piala Super UEFA: 1 kali (2019).
- Piala FA: 1 kali (2021/2022).
- Piala Liga (EFL Cup): 2 kali (2021/2022, 2023/2024).
- Community Shield: 1 kali (2022).
Pada musim 2024/2025, Salah kembali menunjukkan performa luar biasa dengan 29 gol dan 18 assist di 38 penampilan Liga Primer, memimpin daftar pencetak gol dan pemberi assist di liga. Meskipun musim 2025/2026 sedikit lebih menantang dengan 10 gol di semua kompetisi hingga April 2026, ia tetap menjadi ancaman konstan bagi lawan.
Kepergian Mohamed Salah akan meninggalkan lubang besar di skuad Liverpool. Mantan manajer Jurgen Klopp bahkan menyatakan bahwa akan sulit bagi klub untuk menemukan pengganti yang sepadan dengan kontribusi sang bintang. Namun, warisan ‘Raja Mesir’ ini akan selalu dikenang di Anfield, sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah klub.