Era Mohamed Salah bersama Liverpool dipastikan akan berakhir pada penghujung musim 2025-2026. Keputusan mengejutkan ini diumumkan secara resmi oleh klub dan sang pemain sendiri pada Selasa, 24 Maret 2026, mengakhiri sembilan tahun karier gemilang Salah di Anfield. Meskipun kontraknya baru akan habis pada musim panas 2027, kesepakatan telah dicapai untuk mengakhiri kerja sama lebih awal, menjadikan Salah berstatus bebas transfer.
Pengumuman ini datang setelah musim yang penuh tantangan bagi penyerang berusia 33 tahun tersebut, termasuk adanya ‘keretakan publik’ dengan pelatih kepala Arne Slot pada Desember 2025. Salah dilaporkan merasa ‘dibuang’ atau ‘thrown under the bus’ oleh sang pelatih, yang memicu spekulasi tentang masa depannya.
Tujuan Selanjutnya Masih Misteri, Agen Beri Peringatan
Meskipun kepastian kepergiannya telah diumumkan, tujuan selanjutnya bagi ‘Raja Mesir’ ini masih menjadi tanda tanya besar. Agen Mohamed Salah, Ramy Abbas Issa, dengan tegas membantah berbagai rumor yang beredar. Melalui akun media sosialnya, Abbas Issa menyatakan, “Kami tidak tahu di mana Mohamed akan bermain musim depan. Ini juga berarti tidak ada orang lain yang tahu. Waspadalah terhadap pencari perhatian yang haus klik.”
Pernyataan ini menggarisbawahi ketidakpastian di tengah derasnya spekulasi yang menghubungkan Salah dengan berbagai klub top di seluruh dunia.
Liga Pro Saudi dan MLS Jadi Kandidat Kuat
Sejak lama, Liga Pro Saudi telah menjadi tujuan yang paling sering disebut-sebut untuk Salah. Klub-klub raksasa seperti Al-Ittihad, yang pernah mengajukan tawaran fantastis senilai £150 juta pada tahun 2023, Al-Hilal, Al-Nassr, Al-Qadsiah, dan NEOM, semuanya menunjukkan minat yang kuat untuk menjadikan Salah sebagai ‘poster boy’ baru liga mereka.
Selain itu, Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat juga muncul sebagai opsi menarik. Klub seperti Inter Miami disebut-sebut berpotensi menyatukan Salah dengan megabintang Lionel Messi, sementara San Diego FC juga telah menunjukkan minat. Daya tarik finansial dan kesempatan untuk membangun warisan di liga yang sedang berkembang menjadi pertimbangan utama.
Sinyal Kembali ke Italia dan Eropa Lainnya
Di sisi lain, kemungkinan kembali ke Serie A Italia, tempat Salah pernah bersinar bersama Fiorentina dan AS Roma, dianggap sebagai ‘langkah sentimental’ yang potensial. AS Roma, mantan klubnya, dikabarkan sangat ingin membawanya pulang untuk menghidupkan kembali masa kejayaan mereka. Napoli juga disebut-sebut sebagai destinasi yang menarik, terutama jika Kevin De Bruyne juga bergabung. Bahkan, Richard Keys, presenter beIN SPORTS, mengklaim rekan-rekan Arabnya mengisyaratkan kemungkinan Salah kembali ke Italia.
Selain Italia, beberapa klub Eropa lainnya juga memantau situasi Salah. Barcelona dan Real Madrid di La Liga Spanyol, serta Paris Saint-Germain (PSG) di Ligue 1 Prancis, juga disebut-sebut sebagai opsi potensial jika Salah memilih untuk tetap berkompetisi di level tertinggi Eropa. Bayern Munich di Bundesliga juga dianggap sebagai pilihan yang kuat dan logis.
Warisan di Anfield dan Dampak Finansial
Selama sembilan tahun di Liverpool, Mohamed Salah telah mengukir namanya dalam sejarah klub. Ia menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa Liverpool dengan 255 gol dalam 435 penampilan. Kontribusinya membawa Liverpool meraih dua gelar Premier League, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub FIFA, Piala Super UEFA, Piala FA, dan dua Piala Liga.
Kepergian Salah juga akan memberikan dampak finansial signifikan bagi Liverpool. Klub akan menghemat sekitar $27,8 juta dari gaji Salah, yang merupakan pemain dengan bayaran tertinggi di klub dengan $535.000 per minggu. Dana ini kemungkinan akan digunakan untuk merekrut pengganti yang sepadan di bursa transfer musim panas mendatang.