Mohamed Salah: Sang Raja Mesir Mengakhiri Era Gemilang di Anfield

Era gemilang bersama Liverpool akan segera berakhir. Setelah sembilan tahun yang penuh rekor dan trofi, sang penyerang asal Mesir ini dipastikan akan meninggalkan Anfield pada akhir musim 2025/2026. Keputusan ini, yang diumumkan pada Maret 2026, menandai babak baru bagi kedua belah pihak.

Meskipun baru saja menandatangani perpanjangan kontrak hingga tahun 2027 pada April 2025, Salah dilaporkan telah mencapai kesepakatan unik dengan Liverpool. Ia setuju untuk melepaskan hak atas gaji sebesar £400.000 per minggu di tahun terakhir kontraknya demi memfasilitasi kepergiannya secara gratis. Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa perselisihan publik dengan pelatih Arne Slot turut mempercepat keputusan ini.

Kepergian Salah juga beriringan dengan perpisahan emosional dari rekan setimnya, , yang juga akan hengkang dari Liverpool musim ini. Salah menyampaikan pesan menyentuh melalui akun Instagram pribadinya, menulis, “Foto-foto ini menunjukkan betapa kuatnya hubungan kita, saya hampir tidak mau berkomentar apapun soal kepergianmu. Sebuah kehormatan bisa menjadi rekan setim dan temanmu. Kamu sudah meraih semuanya dan pergi sebagai legenda. Saya yakin kita akan berjumpa lagi.”

Perjalanan Karier Sang Firaun dari Nagrig

Lahir pada 15 Juni 1992 di Nagrig, Basyoun, Mesir, Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly memulai perjalanan sepak bolanya di klub lokal Al Mokawloon (El Mokawloon) pada tahun 2010. Bakatnya yang menonjol dengan kecepatan dan kemampuan mencetak gol segera menarik perhatian klub-klub Eropa.

Petualangan Salah di Eropa dimulai bersama klub Swiss, Basel, pada tahun 2012, di mana ia berhasil meraih dua gelar Liga Super Swiss. Setelah itu, ia sempat singgah di Chelsea, namun minimnya waktu bermain membuatnya dipinjamkan ke Fiorentina dan AS Roma. Penampilannya yang impresif di Serie A membuat Roma akhirnya mempermanenkannya pada tahun 2016.

Menjadi Raja di Anfield

Titik balik terbesar dalam karier Salah terjadi pada Juni 2017 ketika ia bergabung dengan Liverpool dengan mahar €42 juta (sekitar Rp730 miliar). Di bawah asuhan Jurgen Klopp, Salah segera menjelma menjadi mesin gol yang tak terbendung dan ikon baru bagi The Reds, mendapatkan julukan “Raja Mesir” dari para penggemar.

Selama sembilan musim di Anfield, Salah menjadi tulang punggung kesuksesan Liverpool. Ia turut membawa klub meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk gelar UEFA pada musim 2018-2019 dan dua gelar pada musim 2019-2020 serta 2024-2025. Koleksi trofinya juga dilengkapi dengan Piala FA, Piala Liga, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.

Deretan Penghargaan dan Rekor Individu

Kontribusi Salah tidak hanya terbatas pada kesuksesan tim, tetapi juga diakui melalui berbagai penghargaan individu. Ia menjadi satu-satunya pemain yang berhasil meraih PFA Players’ Player of the Year sebanyak tiga kali (musim 2017-2018, 2021-2022, dan 2024-2025). Selain itu, ia juga empat kali menyabet gelar Premier League Golden Boot, dua kali Premier League Player of the Season, dan dua kali Premier League Playmaker of the Season. Di tingkat Afrika, Salah dua kali dinobatkan sebagai African Footballer of the Year pada tahun 2017 dan 2018.

Musim 2024-2025 menjadi salah satu puncak performa Salah, di mana ia mencetak 29 gol dan 18 assist. Ia mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama di Premier League yang memenangkan Golden Boot, Player of the Season, dan Playmaker dalam satu musim. Salah juga memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak asing di Premier League untuk Liverpool, pencetak gol terbanyak Afrika di Liga Champions UEFA, dan pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah klub dengan 255 gol di berbagai ajang.

Musim Terakhir dan Warisan Abadi

Pada musim 2025-2026, hingga April 2026, Salah masih menunjukkan ketajamannya dengan mencatatkan 11 gol dan 9 assist dari 36 penampilan di semua kompetisi. Di Premier League, ia telah menyumbangkan 5 gol dan 6 assist dalam 22 penampilan.

Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, memberikan pujian setinggi langit kepada Salah, menyatakan bahwa akan sulit bagi Liverpool untuk menemukan pemain lain yang mampu menyamai kontribusi sang bintang. Kepergian Mohamed Salah akan meninggalkan lubang besar di lini serang Liverpool, namun warisan dan rekor-rekor yang ia ukir akan selalu dikenang sebagai salah satu era paling cemerlang dalam sejarah klub.