Bagi umat Islam, momen berbuka puasa selalu menjadi penantian yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Lebih dari sekadar melepas dahaga, waktu Magrib saat azan berkumandang menandai titik temu spiritualitas yang mendalam, di mana doa-doa diyakini lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Mengamalkan doa berbuka puasa merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Amalan ini bukan hanya bentuk penghambaan dan rasa syukur atas nikmat rezeki yang diberikan, tetapi juga sarana untuk memohon keberkahan dan ampunan dosa.
Dua Versi Doa Berbuka Puasa yang Populer
Di Indonesia, terdapat dua versi bacaan doa berbuka puasa yang umum diamalkan oleh masyarakat. Keduanya memiliki makna yang mendalam dan dapat dipilih sesuai keyakinan masing-masing.
1. Doa Populer (Versi NU)
Doa ini sangat dikenal luas dan sering diajarkan di berbagai lingkungan Muslim, termasuk di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Meskipun sebagian ulama menyebut sanadnya mursal atau dha’if, maknanya yang baik menjadikannya boleh diamalkan sebagai doa mutlak.
Arab: اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
2. Doa Sahih (Versi Muhammadiyah)
Versi doa ini dinilai memiliki sanad yang hasan (baik) dan diriwayatkan oleh Imam Abu Daud (No. 2357). Doa ini menggambarkan kondisi fisik tubuh setelah seharian berpuasa dan sering dianjurkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala telah tetap, insya Allah.”
Waktu Terbaik Membaca Doa Berbuka
Mengenai kapan waktu yang tepat untuk membaca doa berbuka puasa, terdapat beberapa pandangan di kalangan ulama. Sebagian ulama berpendapat doa dibaca setelah seseorang benar-benar berbuka, yakni setelah membatalkan puasa dengan makanan atau minuman pertama. Pendapat ini didasarkan pada penggunaan kata kerja lampau (fi’il madhi) dalam doa “Dzahabaz zhama’u” yang berarti “telah hilang rasa haus”.
Namun, ada pula yang berpendapat doa dapat dibaca sebelum atau tepat saat mulai berbuka. Untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dan makna, beberapa ulama menyarankan untuk menggabungkan kedua riwayat tersebut, misalnya dengan mendahulukan doa populer saat akan menyantap hidangan, kemudian dilanjutkan dengan doa sahih setelah meneguk air atau menyantap kurma.
Amalan Sunnah Lain Saat Berbuka Puasa
Selain membaca doa, Rasulullah SAW juga mengajarkan beberapa amalan sunnah lain yang dapat menambah keberkahan momen berbuka:
- Menyegerakan Berbuka: Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk tidak menunda-nunda berbuka puasa ketika waktu Magrib telah tiba.
- Berbuka dengan Kurma atau Air Putih: Disunnahkan membatalkan puasa dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada, dengan kurma kering (tamr), atau seteguk air putih. Kurma kaya nutrisi untuk mengembalikan energi, sementara air putih menghidrasi tubuh.
- Tidak Berlebihan dalam Makan: Berbuka puasa bukan berarti makan secara berlebihan, melainkan secukupnya saja sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.
- Memperbanyak Zikir dan Doa: Waktu berbuka adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Manfaatkan momen ini untuk memanjatkan permohonan terbaik untuk urusan dunia dan akhirat.
- Memberi Makan Orang Berbuka: Memberi makan orang yang berpuasa, meskipun hanya seteguk air atau sebiji kurma, memiliki pahala yang besar.
Momen berbuka puasa di Ramadan 2026 ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan mengamalkan doa dan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW, diharapkan setiap Muslim dapat meraih keberkahan, ampunan, dan ketenangan batin.