Monza, Italia – Warga Quartiere Cazzaniga di Monza kini dapat menikmati ruang hijau baru yang luas. Sebuah taman publik seluas lebih dari 8.000 meter persegi di Via Perosi secara resmi diresmikan pada Jumat, 27 Februari 2026, siang waktu setempat. Area hijau yang setara dengan luas lapangan sepak bola ini diharapkan menjadi pusat rekreasi dan interaksi sosial bagi komunitas setempat.
Peresmian taman ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wali Kota Paolo Pilotto, Anggota Dewan Pekerjaan Umum Marco Lamperti, Anggota Dewan Area Hijau Irene Zappalà, serta Anggota Dewan Anggaran dan Wakil Wali Kota Egidio Longoni. Turut hadir pula arsitek Alberto Gnoni, siswa dari sekolah dasar Bachelet yang turut memeriahkan acara dengan nyanyian, serta beberapa warga setempat.
Taman yang berlokasi strategis antara Via della Birona dan Via Leoncavallo, serta berdekatan dengan gereja paroki San Pio X, ini telah lama dinantikan oleh penduduk. Anggota Dewan Marco Lamperti mengungkapkan kegembiraannya atas pembukaan taman tersebut. “Saya sangat senang dengan peresmian ini karena saya tahu betapa warga menantikan pembukaan taman,” ujar Lamperti.
Fasilitas Modern dan Konektivitas
Proyek taman ini tidak hanya menyediakan area hijau yang luas, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Sistem penerangan dan pengawasan video terbaru telah dipasang untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung. Selain itu, taman ini juga dilengkapi dengan perabot kota baru seperti bangku dan tempat sampah.
Untuk memperkaya keanekaragaman hayati, sebanyak 35 pohon baru, termasuk pohon elm, maple, mimosa, ginkgo biloba, paulownia, dan tulip, telah ditanam. Hampir 400 semak belukar, seperti lavender, rosemary, konifer kerdil, delima, dan spirea, juga turut menghiasi area ini, didukung oleh sistem irigasi yang efisien.
Salah satu fitur penting adalah jalur pejalan kaki dan sepeda (ciclopedonale) sepanjang 250 meter yang terbuat dari calcestre. Jalur ini menghubungkan Via della Birona dengan ruang hijau baru dan meluas menuju Via Leoncavallo, meningkatkan konektivitas di dalam lingkungan. Taman ini juga menawarkan area bermain, termasuk permainan “siput” yang terbuat dari batu lava berkualitas tinggi.
Kemitraan Publik-Privat dan Kontroversi
Pembangunan taman ini merupakan hasil dari kemitraan publik-privat, di mana seorang operator swasta bertanggung jawab atas realisasinya sebagai bagian dari izin pembangunan konvensional. Proyek ini bertujuan untuk mengimbangi biaya urbanisasi terkait pembangunan perumahan di Via Perosi. Nilai akhir pekerjaan untuk taman ini mencapai lebih dari 257.000 euro, dengan 157.000 euro dialokasikan khusus untuk area hijau.
Meski disambut antusias, proyek ini tidak lepas dari kritik. Beberapa warga menyuarakan keprihatinan karena pembangunan taman ini terkait dengan intervensi pembangunan residensial di area yang sudah padat penduduk. Anggota Dewan Pekerjaan Umum (kemungkinan Marco Lamperti) menyatakan bahwa taman ini merupakan intervensi yang sangat dinantikan oleh lingkungan, menyediakan ruang hijau yang fungsional dan berkualitas di tengah konteks padat penduduk. “Posisinya, di dekat oratorium dan jalur harian lingkungan, menjadikannya tempat yang dirancang tidak hanya untuk waktu luang tetapi juga untuk sosialisasi dan kehidupan komunitas,” ujarnya.
Selain pembangunan taman, proyek ini juga mencakup revitalisasi area publik di Via Leoncavallo dengan anggaran hampir 40.000 euro.