Moovit dan Waze: Inovasi Israel yang Mengubah Cara Kita Bergerak di Perkotaan

moovit, waze, intel, google, mobileye

Dua aplikasi navigasi yang telah mengubah cara jutaan orang bergerak di perkotaan, dan , memiliki akar yang sama dari Israel. Meskipun kini berada di bawah payung raksasa teknologi yang berbeda—Moovit di bawah melalui , dan Waze di bawah Google—keduanya terus berinovasi dengan mengandalkan kekuatan komunitas dan data waktu nyata untuk menyederhanakan mobilitas global.

Moovit: Solusi Multimoda untuk Transportasi Publik

Moovit, yang awalnya bernama Tranzmate, didirikan di Israel pada tahun 2012 oleh Nir Erez, Roy Bick, dan Yaron Evron. Aplikasi ini dengan cepat tumbuh menjadi penyedia layanan mobilitas sebagai layanan (MaaS) dan perencana perjalanan yang populer, berfokus pada transportasi umum.

Pada Mei 2020, Intel mengakuisisi Moovit senilai sekitar 900 juta dolar AS. Akuisisi ini merupakan langkah strategis Intel untuk memperkuat Mobileye, perusahaan teknologi kendaraan otonom asal Israel yang telah diakuisisi Intel pada 2017. Tujuan utamanya adalah untuk mempercepat strategi MaaS Mobileye, termasuk pengembangan layanan robotaksi. Sejak IPO Mobileye pada tahun 2022, Moovit kini berada di bawah kepemilikan Mobileye.

Moovit menawarkan perencanaan perjalanan multimoda secara waktu nyata, menggabungkan informasi dari berbagai moda transportasi seperti bus, feri, metro, kereta api, trem, layanan panggilan tumpangan, sepeda bersama, dan berbagi mobil. Keunggulan Moovit terletak pada kemampuannya mengintegrasikan data resmi dari operator transit dengan data yang bersumber dari komunitas penggunanya, serta jadwal statistik yang dihitung menggunakan ilmu data canggih.

Pertumbuhan pengguna Moovit sangat pesat. Dari 100 juta pengguna pada Desember 2017, angka tersebut melonjak menjadi 800 juta pengguna saat diakuisisi Intel pada Mei 2020. Pada Januari 2021, Moovit telah melayani lebih dari 950 juta pengguna di lebih dari 3.400 kota di 112 negara. Laporan Transportasi Umum Global Moovit 2024 bahkan menunjukkan bahwa lebih dari 1,5 miliar orang di seluruh dunia telah menggunakan aplikasi ini untuk perjalanan transportasi umum mereka.

Dalam perkembangan terkini, Moovit meluncurkan pengalaman MaaS komprehensif di Israel pada Desember 2025, yang mencakup informasi transportasi umum, perencanaan perjalanan, dan pembayaran seluler yang mudah, semuanya dalam satu aplikasi, bekerja sama dengan Pango. Perusahaan juga mengalami perubahan kepemimpinan pada tahun 2024, dengan Nir Erez beralih menjadi Presiden dan Nir Bezalel menjabat sebagai CEO.

Waze: Navigasi Berbasis Komunitas dengan Informasi Lalu Lintas Real-time

Waze, yang awalnya dikenal sebagai FreeMap Israel, didirikan pada tahun 2006 oleh Ehud Shabtai, seorang programmer dari unit 8200 Israel. Kemudian, Uri Levine dan Amir Shinar bergabung, dan perusahaan ini resmi dibentuk sebagai Waze pada tahun 2008. Aplikasi ini dikenal sebagai perangkat lunak navigasi satelit berbasis komunitas yang menyediakan informasi lalu lintas dan rute secara waktu nyata, berdasarkan masukan dari penggunanya.

Pada Juni 2013, Waze diakuisisi oleh Google dengan nilai sekitar 1,3 miliar dolar AS. Akuisisi ini bertujuan untuk memperkuat produk Google Maps, meskipun Waze tetap beroperasi sebagai entitas terpisah pada awalnya. Namun, pada Desember 2022, Google mengambil kebijakan untuk menggabungkan tim Waze dengan tim Google Maps demi efisiensi, meskipun aplikasi Waze tetap tersedia secara independen.

Waze sangat mengandalkan data crowdsourcing dari penggunanya untuk memberikan informasi terkini mengenai kecelakaan, kemacetan, keberadaan polisi, bahaya di jalan, hingga harga bahan bakar. Popularitas Waze terlihat dari jumlah penggunanya yang mencapai sekitar 140 juta secara global pada September 2021. Di Indonesia sendiri, Waze memiliki basis pengguna yang signifikan, dengan 1,1 juta pengguna pada Agustus 2025.

Memasuki awal tahun 2026, Waze meluncurkan lima fitur baru secara global yang telah dijanjikan sejak 2024, bertujuan untuk meningkatkan akurasi navigasi dan pengalaman berkendara. Fitur-fitur ini meliputi:

  • Peningkatan Laporan Kejadian Jalan: Pengguna dapat melaporkan kondisi jalan dengan kategori yang lebih spesifik, seperti kendaraan mogok, objek di jalan, atau jalur yang tertutup sebagian.
  • Notifikasi Cuaca Berbahaya: Peringatan real-time untuk hujan lebat, kabut tebal, atau jalan licin langsung di layar navigasi.
  • Petunjuk Jalur Lebih Jelas: Panduan jalur yang lebih akurat di persimpangan kompleks dan bundaran.
  • Penyempurnaan Laporan Polisi dan Kamera Kecepatan: Informasi yang lebih detail dan akurat mengenai lokasi polisi dan kamera kecepatan.
  • Tampilan Peta yang Lebih Informatif dan Adaptif: Peta yang lebih mudah dibaca dan menyesuaikan dengan kondisi.
  • Peringatan Tambahan: Notifikasi untuk polisi tidur, tikungan tajam, dan gerbang tol.
  • Pembelajaran Kebiasaan Pengguna: Sistem yang mempelajari rute favorit pengguna dan menyarankannya.
  • Integrasi Suara dan Audio: Kemampuan menggunakan Google Assistant untuk melaporkan bahaya, merekam suara sendiri untuk navigasi, dan mengintegrasikan aplikasi musik.

Baik Moovit maupun Waze, dengan pendekatan berbasis komunitas dan fokus masing-masing pada transportasi publik dan navigasi kendaraan pribadi, telah membuktikan diri sebagai inovator penting dari Israel yang terus membentuk masa depan mobilitas perkotaan di seluruh dunia.