Manchester City berhasil mengamankan trofi pertama mereka musim ini setelah menaklukkan rival sengitnya, Arsenal, dengan skor 2-0 dalam final Carabao Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Wembley pada Minggu, 22 Maret 2026. Kemenangan ini ditandai dengan performa gemilang penyerang muda Nico O’Reilly yang mencetak dua gol krusial di babak kedua, sekaligus memperpanjang rekor buruk Arsenal di ajang ini.
Pertandingan yang mempertemukan dua tim teratas Liga Primer Inggris ini berjalan ketat di babak pertama tanpa gol. Namun, kebuntuan pecah di menit ke-60 ketika Nico O’Reilly memanfaatkan kesalahan fatal kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga, untuk mencetak gol pembuka. Hanya berselang empat menit, O’Reilly kembali menunjukkan ketajamannya dengan sundulan terarah yang mengukuhkan keunggulan Manchester City menjadi 2-0. Penampilan gemilang O’Reilly, yang baru berusia 21 tahun sehari setelah final, membuatnya menjadi pahlawan bagi The Citizens.
Bagi Pep Guardiola, kemenangan ini memiliki makna ganda. Pelatih asal Spanyol itu kini mencatatkan sejarah sebagai manajer pertama yang berhasil memenangkan Piala Liga sebanyak lima kali. Trofi Carabao Cup kesembilan bagi Manchester City ini juga menjadi bukti dominasi mereka di kompetisi domestik, hanya kalah satu gelar dari rekor Liverpool yang memiliki sepuluh trofi. Guardiola, yang sempat mengalami periode sulit di bulan Maret dengan hasil imbang mengecewakan dan kekalahan di Liga Champions, berhasil membalikkan keadaan dan menemukan kembali performa terbaik timnya.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Arsenal dan manajer Mikel Arteta. Keputusan Arteta untuk menurunkan Kepa Arrizabalaga sebagai starter di final, mengesampingkan kiper utama David Raya, menuai sorotan tajam setelah blunder yang berujung pada gol pertama City. Lebih dari itu, kekalahan ini secara resmi mengakhiri impian Arsenal untuk meraih empat gelar (quadruple) musim ini, sebuah ambisi yang telah mereka kejar dengan gigih.
Sejarah juga tidak berpihak pada The Gunners di ajang Piala Liga. Arsenal kini telah menelan kekalahan dalam empat final Carabao Cup terakhir mereka, dan secara keseluruhan, mereka menjadi tim dengan jumlah kekalahan final terbanyak di kompetisi ini, yakni enam kali. Terakhir kali Arsenal mengangkat trofi Piala Liga adalah pada musim 1992-93, 33 tahun yang lalu. Kekalahan ini tentu akan menjadi bahan evaluasi serius bagi Arteta dan skuadnya, terutama mengingat mereka masih bersaing ketat dengan Manchester City di puncak klasemen Liga Primer dengan keunggulan sembilan poin, meski telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Kedua tim dijadwalkan akan kembali berhadapan dalam laga krusial Liga Primer pada 19 April mendatang di Stadion Etihad. Pertemuan tersebut diprediksi akan menjadi ajang pembuktian dan penentu arah perburuan gelar liga setelah drama di Wembley.