Nottingham Forest berhasil mengamankan satu tempat di babak 16 besar Liga Europa UEFA musim 2025-2026. Kepastian itu didapat setelah mereka menahan imbang Fenerbahce tanpa gol, 0-0, pada leg kedua play-off fase gugur yang berlangsung di kandang mereka, City Ground, Nottingham, pada Kamis, 26 Februari 2026, waktu setempat (Jumat, 27 Februari 2026, pukul 03.00 WIB).
Hasil imbang ini sudah cukup bagi tim berjuluk The Tricky Trees tersebut untuk melaju ke fase berikutnya berkat keunggulan agregat 3-0 yang mereka raih di leg pertama. Pada pertandingan leg pertama yang digelar di Istanbul pada 19 Februari 2026, Forest secara mengejutkan berhasil membantai Fenerbahce dengan skor telak 3-0. Gol-gol kemenangan Forest saat itu dicetak oleh Murillo, Igor Jesus, dan Morgan Gibbs-White.
Debut Manis Vitor Pereira dan Kembalinya Forest ke Eropa
Kemenangan di leg pertama tersebut sekaligus menjadi debut manis bagi pelatih baru Nottingham Forest, Vítor Pereira. Pelatih asal Portugal ini mengambil alih tim pada 15 Februari 2026, dan langsung memberikan dampak signifikan. Di bawah kepemimpinannya, Forest menunjukkan performa solid, termasuk saat menahan gempuran Fenerbahce di leg kedua.
Lolosnya Nottingham Forest ke babak 16 besar Liga Europa merupakan pencapaian penting, mengingat ini adalah partisipasi pertama mereka di kompetisi Eropa setelah hampir tiga dekade. Klub yang pernah menjuarai Piala Eropa dua kali ini menunjukkan ambisi besar di kancah kontinental. Morgan Gibbs-White bahkan sempat menyatakan bahwa memenangkan Liga Europa adalah ‘tujuan utama’ Nottingham Forest.
Tantangan Berat Fenerbahce dan Badai Cedera
Bagi Fenerbahce, leg kedua ini merupakan tugas yang sangat berat. Mereka datang ke City Ground dengan defisit tiga gol, yang berarti mereka harus mencetak setidaknya empat gol tanpa balas untuk lolos secara langsung, atau tiga gol untuk memaksakan perpanjangan waktu. Namun, rekor mereka melawan tim-tim Inggris di kompetisi Eropa tidaklah mengesankan, dengan hanya empat kemenangan dari 22 pertandingan.
Selain itu, kedua tim juga menghadapi masalah cedera pemain. Nottingham Forest harus bermain tanpa beberapa pilar penting seperti Chris Wood, Nicolo Savona, John Victor, Willy Boly, dan kiper Matz Sels. Sementara itu, Fenerbahce juga diterpa badai cedera yang menimpa Milan Skriniar, Caglar Soyuncu, Anderson Talisca, Ederson, dan Edson Alvarez, yang tentunya mempersulit upaya mereka untuk membalikkan keadaan.
Dampak Finansial dan Persiapan Forest
Keberhasilan melaju ke babak 16 besar tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga keuntungan finansial bagi Nottingham Forest. Klub akan menerima tambahan sekitar £1.5 juta (sekitar Rp29 miliar) sebagai hadiah lolos ke fase ini. Sebelumnya, mereka telah mengumpulkan £1.816.000 dari fase grup dengan empat kemenangan dan dua hasil imbang.
Dalam persiapan menghadapi leg kedua, Vítor Pereira juga menerapkan beberapa perubahan dalam sesi latihan, termasuk memutar musik untuk menambah energi dan semangat para pemain. Pendekatan ini menunjukkan keinginan Pereira untuk membangun tim yang dinamis dan penuh semangat di lapangan. Forest kini akan menatap babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi, berharap dapat melanjutkan perjalanan mereka di kompetisi Eropa.