Nottingham Forest berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Europa UEFA 2025/2026 setelah bermain imbang tanpa gol, 0-0, melawan Fenerbahce pada leg kedua babak play-off. Hasil ini memastikan Forest lolos dengan keunggulan agregat 3-0, berkat kemenangan telak mereka di leg pertama.
Pertandingan leg kedua yang berlangsung di kandang Forest, City Ground, pada Kamis, 26 Februari 2026, menjadi ujian pertama bagi pelatih anyar Vítor Pereira di hadapan pendukung sendiri. Pereira, yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala Nottingham Forest pada 15 Februari 2026, menghadapi mantan klubnya dalam debut kompetitifnya. Ia sebelumnya pernah menukangi Fenerbahce dalam dua periode terpisah, yakni 2015–2016 dan 2021.
Meski mengantongi keunggulan agregat yang meyakinkan, Pereira secara tegas memperingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan kekuatan Fenerbahce. Dalam konferensi pers pra-pertandingan, pelatih asal Portugal itu menekankan pentingnya mentalitas yang tepat. “Kesalahan terburuk yang bisa kami lakukan adalah berpikir ini akan mudah besok,” ujar Pereira. “Mereka akan datang ke sini dengan keyakinan.” Ia menambahkan bahwa dirinya sangat memahami semangat juang klub dan masyarakat Turki.
Kemenangan 3-0 di leg pertama yang digelar di Istanbul menjadi fondasi kuat bagi Forest. Gol-gol dari Murillo, Igor Jesus, dan kapten Morgan Gibbs-White di laga tersebut tidak hanya memberikan keunggulan signifikan, tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai kemenangan tandang terbesar Forest di kompetisi Eropa utama, serta kemenangan fase gugur pertama mereka di Eropa sejak 1995.
Di sisi lain, Fenerbahce datang ke Nottingham dengan tugas berat. Secara historis, klub Turki itu memiliki rekor buruk dalam membalikkan ketertinggalan di leg pertama, dengan 26 kali gagal melaju di semua kompetisi setelah kalah di laga pembuka. Ditambah lagi, mereka juga menghadapi masalah cedera di lini pertahanan, dengan beberapa pemain kunci seperti mantan kiper Manchester City Ederson, Çağlar Söyüncü, dan Jayden Oosterwolde diragukan tampil.
Pereira sendiri mengakui bahwa ia mempertimbangkan rotasi pemain untuk menjaga keseimbangan taktis dan fisik timnya, terutama setelah Forest baru saja menelan kekalahan tipis 0-1 dari Liverpool di Liga Primer, di mana gol penentu tercipta di menit ke-97. “Jika saya bisa, saya akan mengganti 11 pemain,” kata Pereira. “Tetapi itu tidak mungkin karena kami menghadapi tim yang kuat dan kami tidak bisa mengambil risiko kehilangan keseimbangan. Kami membutuhkan beberapa keseimbangan.” Dengan hasil imbang ini, Nottingham Forest kini menatap babak 16 besar dengan penuh percaya diri, melanjutkan perjalanan mereka di kancah Eropa.