Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026: Ski Gaya Bebas Memukau, Perpisahan Emosional Brittany Bowe

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771614321

Panggung Olimpiade Musim Dingin 2026 terus menyajikan drama dan emosi, terutama pada hari ke-14 kompetisi yang jatuh pada Jumat, 20 Februari 2026. Sorotan utama tertuju pada nomor yang menjadi topik hangat, serta perpisahan mengharukan dari atlet legendaris Amerika Serikat, , dalam balapan terakhirnya.

Dominasi dan Kejutan di Ski Gaya Bebas Livigno

Arena Livigno Snow Park di Livigno menjadi saksi bisu ketegangan dan kegembiraan di nomor ski gaya bebas. Disiplin ini, yang memadukan kecepatan, presisi teknis, dan akrobatik, selalu menjadi favorit penonton. Salah satu momen paling berkesan datang dari atlet Swiss, Noé Roth, yang berhasil meraih medali perak Olimpiade.

Roth, yang telah mengoleksi dua gelar juara dunia, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk setelah balapan. “Ini luar biasa, saya sangat bangga,” ujarnya, sembari menyeka air mata kebahagiaan. Ayahnya, Michel Roth, yang juga pelatih nasional, terlihat mengenakan kaus bertuliskan “Selesaikan misi” di bawah jaket tebalnya, sebuah misi yang kini terwujud dengan medali Olimpiade. Raihan perak ini juga melanjutkan jejak ibunya, Colette Brand, yang memenangkan perunggu di Nagano pada tahun 1998, 28 tahun sebelum putranya meraih perak.

Selain itu, kompetisi ski gaya bebas di Livigno juga menampilkan disiplin baru yang menarik, yakni dual moguls, yang baru pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Musim Dingin. Aksi-aksi berani dan inovatif para atlet di Livigno menegaskan mengapa ski gaya bebas menjadi salah satu olahraga paling dinamis dan digemari di ajang empat tahunan ini. Di nomor ski cross, atlet Fanny Smith juga berhasil menyumbangkan medali perak.

Perpisahan Emosional Brittany Bowe di Lintasan Es Milan

Di sisi lain, suasana haru menyelimuti Milano Ice Park di Rho, Milan, tempat digelarnya cabang olahraga speed skating. Brittany Bowe, speed skater veteran Amerika Serikat berusia 37 tahun, menjalani balapan Olimpiade terakhirnya di nomor 1500 meter putri.

Meskipun dikenal sebagai peraih medali perunggu Olimpiade di nomor 1000 meter Beijing 2022 dan tim pursuit PyeongChang 2018, serta pemegang rekor dunia di nomor 1000 meter, Bowe belum pernah mencapai podium di nomor 1500 meter Olimpiade. Dalam balapan terakhirnya ini, Bowe kembali gagal meraih medali emas, mengakhiri karier Olimpiadenya tanpa podium di jarak tersebut. Sebelumnya di Milano Cortina 2026, ia telah menempati posisi keempat di nomor 1000 meter dan tim pursuit. Rival lamanya, Miho Takagi dari Jepang, yang memegang rekor dunia 1500 meter sejak 2019, juga menjadi salah satu pesaing utama di balapan ini.

Setelah 16 tahun berkiprah di dunia speed skating, dengan 91 medali Piala Dunia, 22 gelar nasional, enam gelar dunia, dan empat rekor dunia, perpisahan Bowe menjadi salah satu momen paling emosional di Olimpiade kali ini.

Bobsled dan Curling Juga Panaskan Persaingan

Selain ski gaya bebas dan speed skating, cabang olahraga lain seperti bobsled dan curling juga menyajikan persaingan sengit. Di Cortina Sliding Centre, para atlet bobsled berpacu dengan kecepatan tinggi, mencapai lebih dari 130 km/jam, menghadapi gaya gravitasi hingga 5 G. Konsistensi menjadi kunci, dengan empat kali luncuran selama dua hari menentukan pemenang.

Sementara itu, di Cortina Curling Olympic Stadium, cabang curling juga memasuki fase krusial. Tim ganda campuran Amerika Serikat yang diperkuat Cory Thiesse dan Korey Dropkin telah berhasil meraih medali perak pada 10 Februari, setelah kalah tipis dari Swedia. Tim putra Inggris Raya, yang dipimpin oleh Hammy McMillan Jr., juga berhasil melaju ke babak semifinal pada 19 Februari, menunjukkan ketatnya persaingan di olahraga strategi ini.

Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, yang berlangsung dari 6 hingga 22 Februari, terus menghadirkan kisah-kisah inspiratif dan performa atletik luar biasa dari berbagai penjuru dunia, dengan Milan dan Cortina d’Ampezzo sebagai kota tuan rumah utama.