Kemeriahan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 yang tengah berlangsung di Italia, dengan sorotan utama pada cabang hoki es yang selalu memanas, turut mengingatkan dunia akan warisan positif dari perhelatan sebelumnya. Kota-kota ski di China, khususnya Zhangjiakou, telah merasakan langsung bagaimana gelaran akbar olahraga musim dingin mampu mendongkrak sektor pariwisata dan industri secara berkelanjutan, sebuah model yang kini diharapkan dapat direplikasi oleh tuan rumah Italia.
Zhangjiakou: Transformasi Berkat Olimpiade Beijing 2022
Distrik Chongli di Kota Zhangjiakou, Provinsi Hebei, yang menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, kini menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi ekonomi. Investasi besar-besaran dalam infrastruktur menjadi salah satu kunci utama. Jalur kereta cepat Beijing-Zhangjiakou, misalnya, memangkas waktu tempuh dari lebih dari tiga jam menjadi hanya 47-48 menit, memudahkan akses bagi wisatawan dan penggemar olahraga. Selain itu, jaringan 5G dan jalan raya modern juga dibangun untuk mendukung konektivitas di wilayah tersebut.
Pembangunan fasilitas olahraga juga melonjak drastis. Jumlah resor ski di China meningkat dari 460 pada tahun 2014 menjadi 748 pada musim 2024-2025, termasuk 66 pusat ski indoor. Genting Snow Park di Chongli, yang menjadi saksi bisu sejarah Olimpiade, kini menyelenggarakan 30 persen lebih banyak kompetisi setiap tahun sejak 2022 dan menyambut sekitar 6.000 pengunjung setiap hari selama musim salju 2025-2026. Untuk menarik lebih banyak pemain ski rekreasional, tiga dari enam lintasan Olimpiade di resor tersebut telah didesain ulang dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah.
Dampak terhadap pariwisata sangat signifikan. Pada tahun 2025, lebih dari 10 juta wisatawan mengunjungi Chongli. Bahkan, pariwisata musim panas di Chongli pada tahun yang sama menarik 5,1 juta pengunjung dan menghasilkan pendapatan 4,42 miliar yuan (sekitar 636,9 juta dolar AS). Peningkatan ini sejalan dengan target ambisius China untuk melibatkan 300 juta orang dalam olahraga musim dingin, sebuah target yang telah terlampaui dengan 346 juta partisipan sejak 2015.
Sektor industri juga merasakan lonjakan. Nilai pasar industri olahraga musim dingin China diproyeksikan mencapai 1,5 triliun yuan (sekitar 216 miliar dolar AS) pada akhir periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). “Pertumbuhan olahraga musim dingin di China, terutama setelah Olimpiade Beijing 2022, telah mengubah segalanya, pekerjaan saya, industri ini, bahkan cara orang menikmati salju. Rasanya seperti Olimpiade tidak pernah berakhir,” ujar Qu Xiaotong, seorang fotografer ski berusia 32 tahun. Di Chongli, satu dari lima penduduk kini bekerja di industri olahraga salju. Bahkan, semua 12 wilayah miskin di Zhangjiakou telah terangkat dari kemiskinan pada Juni 2021.
Milan Cortina 2026: Estafet Manfaat Ekonomi di Italia
Kini, perhatian beralih ke Italia, tuan rumah Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 yang berlangsung dari 6 hingga 22 Februari 2026. Ajang ini menjadi Olimpiade Musim Dingin multi-kota terbesar dalam sejarah, dengan Milan dan Cortina d’Ampezzo sebagai pusatnya, didukung oleh sejumlah kota lain di Italia utara. Sebanyak 116 nomor dari 16 cabang olahraga dipertandingkan, termasuk hoki es yang selalu menjadi daya tarik utama.
Cabang hoki es putra, yang semifinalnya dijadwalkan pada 20 Februari 2026, diprediksi akan sangat spektakuler dengan kembalinya bintang-bintang NHL. Seperti halnya di China, Italia juga berharap Olimpiade ini akan memberikan dorongan signifikan bagi sektor pariwisata dan penguatan infrastruktur di wilayah utara. “Kami mengetahui bahwa Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 membantu membawa jutaan pemain ski baru ke dalam olahraga ini, membuat lebih banyak orang terlibat dalam olahraga musim dingin secara umum,” kata Roberto Padrin, Presiden Belluno, menggarisbawahi potensi warisan yang bisa dipelajari.
Delegasi China sendiri menunjukkan performa impresif di Milan Cortina 2026. Bintang freeski aerials China, Xu Mengtao, berhasil mempertahankan gelar Olimpiadenya pada 18 Februari 2026, sementara Su Yiming meraih medali emas pertama China di nomor ski slopestyle putra pada tanggal yang sama. Sayangnya, Indonesia tidak mengirimkan atlet ke Olimpiade Musim Dingin 2026 karena belum terpenuhinya syarat kualifikasi.
Dari Zhangjiakou hingga Milan Cortina, jejak Olimpiade Musim Dingin terus membuktikan diri sebagai katalisator kuat bagi pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwisata, dan peningkatan kualitas hidup di kota-kota tuan rumah. Warisan yang ditinggalkan tidak hanya berupa fasilitas olahraga kelas dunia, tetapi juga semangat baru bagi masyarakat untuk terlibat dalam olahraga musim dingin.