One Way dan Contraflow Diberlakukan di Tol Trans Jawa Mulai Hari Ini, Antisipasi Puncak Mudik Lebaran 2026

korlantas polri, jasa marga, astra tol cipali, mudik lebaran 2026, tol trans jawa

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama PT (Persero) Tbk dan sejumlah instansi terkait resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way), lawan arus (contraflow), dan ganjil genap di ruas mulai hari ini, Selasa, 17 Maret 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pemudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026.

Rekayasa Lalu Lintas Arus Mudik

Penerapan sistem satu arah atau one way untuk arus dimulai pada Selasa, 17 Maret 2026, pukul 12.00 WIB. Skema ini akan berlangsung hingga Jumat, 20 Maret 2026, pukul 24.00 WIB. Ruas jalan yang diberlakukan one way membentang dari Tol Jakarta–Cikampek KM 70 hingga Tol Semarang–Solo KM 421. Selain itu, one way lokal juga diterapkan di Tol Cipali dari Palimanan hingga Cikampek.

Sementara itu, sistem contraflow mulai diberlakukan di Tol Jakarta–Cikampek dari KM 47 (Karawang Barat) hingga KM 70 (Cikampek). Periode pertama contraflow berlangsung dari 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas ini bersifat dinamis, di mana contraflow dapat diperluas menjadi dua lajur jika volume kendaraan mencapai sekitar 6.400 unit per jam.

Untuk melengkapi upaya pengaturan lalu lintas, sistem ganjil genap juga mulai berlaku pada Selasa, 17 Maret 2026, pukul 14.00 WIB, dan akan berakhir pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 24.00 WIB. Aturan ini diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek KM 47 hingga Tol Semarang-Batang KM 414, serta Tol Tangerang-Merak dari KM 31 hingga KM 98.

Peningkatan Volume Kendaraan dan Kesiapan Petugas

Peningkatan volume kendaraan sudah mulai terasa di sejumlah ruas tol. Di Tol Cipali, misalnya, tercatat sekitar 22.000 kendaraan melintas dari Cikopo menuju Cirebon antara pukul 00.00 hingga 09.00 WIB pada 17 Maret 2026, menunjukkan peningkatan 22,2 persen dibandingkan hari sebelumnya. Secara keseluruhan, volume lalu lintas di ruas Tol Cipali meningkat 9,2 persen. Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, mengungkapkan bahwa volume arus kendaraan pemudik terus meningkat seiring mendekatnya periode puncak arus mudik.

Puncak arus mudik Lebaran 2026 sendiri diperkirakan akan terjadi pada 18-19 Maret 2026. Untuk menghadapi ini, Korlantas Polri telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Google Indonesia dan Jasa Marga, untuk mengintegrasikan informasi lalu lintas secara real-time melalui Google Maps dan aplikasi Travoy. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa setiap kebijakan rekayasa lalu lintas dilakukan berbasis data dan koordinasi lintas instansi, dengan prioritas utama keselamatan pemudik.

Di sisi lain, kondisi lalu lintas di Jakarta mulai menunjukkan penurunan tingkat kemacetan menjadi 28 persen pada 17 Maret 2026, mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat telah memulai perjalanan mudik lebih awal. Astra Tol Cipali juga mengimbau pemudik untuk membatasi waktu istirahat di rest area maksimal 30 menit agar fasilitas dapat digunakan secara bergantian.

Dasar Hukum dan Jadwal Lebaran

Seluruh pengaturan lalu lintas ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor KP-DRJD 854 Tahun 2026, HK.201/1/21/DJPL/2026, Kep/43/II/2026, dan 20/KPTS/Db/2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korlantas Polri. Aturan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus kendaraan selama masa angkutan Lebaran. Sidang Isbat untuk penetapan 1 Syawal 1447 H dijadwalkan akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 16.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat.