OUE Commercial REIT Jajaki Penjualan One Raffles Place, Targetkan Rp28 Triliun di Tengah Geliat Pasar Properti Singapura

Author Image

Hodak

22 Februari 2026

Trending Image 1771695507

OUE Commercial Real Estate Investment Trust (), entitas properti yang terafiliasi dengan taipan Indonesia dan keluarganya, dikabarkan tengah mengeksplorasi potensi penjualan aset ikoniknya, , di jantung distrik keuangan . Transaksi ini diperkirakan dapat mencapai nilai fantastis, berkisar antara S$2,3 miliar hingga S$2,4 miliar, atau setara dengan sekitar Rp28 triliun (kurs S$1 = Rp11.700).

Langkah strategis ini muncul di tengah meningkatnya minat investor terhadap properti komersial di Singapura, yang didorong oleh kondisi pasar yang membaik dan suku bunga yang lebih rendah. Volume investasi di sektor hotel, perkantoran, dan ritel di Singapura melonjak 18% pada tahun 2025, mencapai S$33,9 miliar, angka tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Singapura juga diproyeksikan menjadi salah satu dari tiga destinasi investasi teratas di Asia Pasifik pada tahun 2026.

One Raffles Place merupakan kompleks komersial terintegrasi yang menonjol, terdiri dari dua menara perkantoran Grade A (Tower 1 setinggi 62 lantai dan Tower 2 setinggi 38 lantai yang selesai pada 2012) serta podium ritel enam lantai. Properti ini dikenal sebagai salah satu gedung tertinggi di kawasan pusat bisnis (CBD) Singapura dan memiliki akses langsung ke stasiun MRT Raffles Place.

Menurut laporan keuangan OUE REIT untuk paruh kedua dan setahun penuh 2025, valuasi efektif kepemilikan OUE REIT di One Raffles Place, yang mencapai sekitar 68%, tercatat sebesar S$1,9 miliar per akhir Desember 2025. Sementara itu, 81,54% kepemilikan di OUBC (pemilik terdaftar One Raffles Place) dinilai S$1,93 miliar pada tanggal yang sama.

Dalam upaya menjajaki pasar, OUE REIT dan United Overseas Bank (UOB) selaku pemilik telah menunjuk CBRE dan JLL sebagai agen pemasaran bersama. UOB sendiri memiliki 18,46% kepentingan benefisial di One Raffles Place, sementara OUE REIT memiliki 83,33% kepentingan tidak langsung di OUBC, yang secara efektif memberikannya sekitar 67,95% atau sekitar 68% kepemilikan di properti tersebut.

Manajemen OUE REIT menyatakan bahwa penjajakan ini merupakan bagian dari “strategi manajemen aset proaktif” dan “strategi optimasi portofolio” untuk membuka nilai tersembunyi, mendaur ulang modal, mengurangi leverage, dan meningkatkan fleksibilitas keuangan. Namun, pihak manajemen juga menegaskan, “Manajer ingin menyampaikan bahwa tidak ada jaminan bahwa perjanjian yang mengikat atau transaksi apa pun akan terwujud.”

Keluarga Mochtar Riady, melalui Lippo Group, memiliki beragam kepentingan bisnis mulai dari real estat, ritel, media, kesehatan, hingga pendidikan. OUE Ltd, perusahaan induk OUE REIT, dipimpin oleh Stephen Riady, putra Mochtar Riady.

Upaya divestasi ini bukan yang pertama bagi OUE REIT. Sebelumnya, pada Desember 2024, OUE REIT telah melepas seluruh kepemilikannya di Lippo Plaza Shanghai senilai S$357,4 juta (sekitar US$264 juta) sebagai bagian dari strategi reorganisasi portofolio. Pada Januari 2021, OUE C-REIT juga mendivestasikan 50% kepemilikannya di OUE Bayfront.

Meskipun One Raffles Place secara mandiri tidak menawarkan potensi pembangunan ulang langsung, penggabungan dengan lahan tetangga seperti 22 Malacca Street dapat membuka peluang untuk skema insentif pembangunan strategis (SDI) dari Urban Redevelopment Authority (URA), yang memungkinkan penambahan luas lantai kotor (GFA) untuk proyek perkantoran Grade A baru.