OUE REIT Jajaki Penjualan One Raffles Place Singapura, Ditaksir Senilai Rp28 Triliun

Author Image

Hodak

22 Februari 2026

Trending Image 1771695483

OUE Commercial REIT (), perusahaan properti yang terafiliasi dengan konglomerat Indonesia dan keluarganya, tengah menjajaki potensi penjualan aset ikonik di pusat bisnis . Properti prestisius ini ditaksir memiliki nilai hingga 2,4 miliar dolar Singapura, atau setara dengan sekitar Rp28 triliun.

Langkah strategis ini diambil OUE REIT sebagai bagian dari strategi manajemen aset proaktif, sekaligus merespons tingginya minat investor terhadap properti komersial di negara kota tersebut. Untuk memuluskan proses penjajakan ini, OUE REIT telah menunjuk dua konsultan properti terkemuka, CBRE dan JLL, sebagai agen pemasaran bersama.

Detail Properti One Raffles Place

One Raffles Place merupakan kompleks komersial terpadu yang menonjol di jantung distrik keuangan utama Singapura. Properti ini terdiri dari dua menara perkantoran, yakni Tower 1 setinggi 62 lantai dan Tower 2 setinggi 38 lantai, serta sebuah podium ritel enam lantai. Total luas sewa bersih properti ini mencapai lebih dari 65.000 meter persegi. Lokasinya sangat strategis, berada di atas dan terhubung langsung dengan stasiun MRT Raffles Place.

Per 31 Desember 2025, valuasi kepemilikan efektif OUE REIT sebesar 68 persen di One Raffles Place tercatat senilai 1,9 miliar dolar Singapura. Sementara itu, 18,46 persen kepemilikan lainnya dipegang oleh United Overseas Bank (UOB) melalui OUBC.

Keterkaitan dengan Grup Lippo

OUE REIT merupakan unit properti yang terdaftar di bursa Singapura di bawah naungan OUE Ltd, perusahaan milik keluarga Riady. OUE Ltd saat ini dipimpin oleh Stephen Riady, putra dari Mochtar Riady. Keluarga Riady, melalui Grup Lippo, memiliki kekayaan bersih sekitar 2,4 miliar dolar AS dengan portofolio investasi yang beragam, mencakup real estat, ritel, media, kesehatan, dan pendidikan.

Meskipun demikian, pihak manajemen OUE REIT menekankan bahwa proses penjajakan minat pasar ini belum menjamin adanya kesepakatan yang mengikat atau terealisasinya transaksi. “Manajer ingin menyampaikan bahwa tidak ada jaminan akan tercapainya perjanjian yang mengikat atau terealisasinya suatu transaksi,” ujar manajer REIT dalam pernyataan resminya pada Jumat (20/2/2026). Keputusan akhir akan diambil dengan mempertimbangkan hasil proses dan kepentingan terbaik seluruh pemegang unit OUE REIT.

Dampak Pasar dan Kondisi Properti Singapura

Kabar mengenai potensi divestasi ini disambut positif oleh pasar modal. Unit OUE REIT dilaporkan sempat melonjak hingga 4,2 persen pada Jumat (20/2/2026), sementara saham induknya, OUE Ltd, juga mencatatkan kenaikan sebesar 4,3 persen.

Rencana penjualan ini bertepatan dengan kondisi pasar properti komersial Singapura yang sedang bergairah. Data menunjukkan bahwa volume investasi pada sektor hotel, perkantoran, dan ritel di Singapura melonjak 18 persen menjadi 33,9 miliar dolar Singapura sepanjang tahun 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir, didukung oleh tingkat suku bunga yang lebih rendah. Analis pasar, Vijay Natarajan dari RHB Bank di Singapura, menyebutkan adanya “permintaan investor institusional yang kuat untuk aset Grade A CBD berkualitas tinggi dengan pasokan baru yang terbatas dan permintaan yang solid.”