Owen Rahadian: ‘Persipura Bukan Sekadar Klub’, Pimpin Mutiara Hitam Rebut Tiket Liga 1

Author Image

Irfan

27 Februari 2026

owen rahadian, persipura jayapura, liga 2, sepak bola indonesia, rahmad darmawan

Jayapura – Manajer , , menegaskan bahwa klub berjuluk Mutiara Hitam ini memiliki makna yang jauh melampaui sekadar tim sepak bola. Baginya, Persipura adalah “denyut nadi, semangat ketangguhan, dan simbol harkat martabat orang Papua.” Pernyataan ini ia sampaikan di tengah perjuangan gigih Persipura untuk kembali berlaga di kasta tertinggi , Liga 1, pada musim 2026.

Owen Rahadian, yang resmi bergabung dengan manajemen Persipura pada Mei 2025, kini memikul tanggung jawab besar sebagai manajer tim sekaligus salah satu direktur di PT Persipura Jayapura. Kehadirannya diharapkan membawa angin segar dan strategi baru untuk mengembalikan kejayaan tim kebanggaan Papua tersebut.

Perjalanan Cinta dari Sponsor hingga Manajer

Kisah “jatuh hati” Owen Rahadian dengan Persipura bermula dari perannya sebagai sponsor klub. “Awal mulai saya tuh masuk atau terekspos ya ke sepak bola Indonesia itu awalnya di Persipura justru. Waktu itu saya masuk sebagai sponsor,” ungkap Owen. Momen tersebut terjadi sekitar tahun 2020, di tengah pandemi COVID-19, ketika ia mengenal manajer tim saat itu.

Kunjungan pertamanya ke Papua untuk acara peluncuran tim meninggalkan kesan mendalam. “Saya juga sempat ke Papua waktu launching dan melihat stadionnya, wow, sangat bagus di sana ya,” imbuhnya, menggambarkan kekagumannya pada infrastruktur dan atmosfer sepak bola di Bumi Cenderawasih.

Sebelum berlabuh di Persipura, Owen Rahadian dikenal sebagai pemegang saham utama PSBS Biak. Di bawah kepemimpinannya, PSBS Biak menorehkan sejarah dengan promosi ke Liga 1 dan berhasil finis di posisi 10 besar BRI Liga 1 musim 2024/2025. Namun, pada Mei 2025, ia memutuskan mundur dari PSBS Biak dan mengembalikan kepemilikan klub kepada masyarakat Biak, mengutip adanya perbedaan pandangan internal.

Optimisme dan Target Promosi Liga 1

Saat ini, Persipura Jayapura tengah berjuang di Liga 2, atau yang dikenal sebagai Pegadaian Championship 2025/2026. Di bawah arahan pelatih , Mutiara Hitam menunjukkan performa positif dan bertengger di posisi kedua klasemen sementara. Owen Rahadian menyatakan optimismenya terhadap skuad saat ini, terutama setelah memantau sesi latihan tim. “Saya melihat suasana di tim, mereka training hari ini sangat meriah. Aura, atmosfer sangat bagus, dan kepercayaan diri ini yang saya senang dulu untuk melihat,” ujarnya pada Februari 2026.

Ia meyakini filosofi “Satu Hati Satu Tujuan” telah tertanam kuat di benak para pemain. Dengan sisa sembilan laga di putaran ketiga Liga 2, Owen menekankan bahwa empat pertandingan terdekat adalah “laga final” yang wajib disudahi dengan poin penuh. “Semoga sembilan laga ini adalah laga terakhir kita di Liga 2. Cuma tinggal sisa 80 hari saja,” tegasnya, menargetkan promosi ke Liga 1.

Strategi dan Dukungan untuk Mutiara Hitam

Dalam upaya memperkuat tim, Owen Rahadian berencana mencari striker haus gol, dengan prioritas pada pemain asing berpengalaman di kompetisi Indonesia. Nama Aleksandro Perreira, mantan pemainnya di PSBS Biak, disebut-sebut masuk dalam radar. Selain itu, ia juga fokus pada pengelolaan klub yang modern dan profesional. “Misi kita bukan hanya membangun sebuah tim, tetapi pengelolaan klub yang modern. Semua sedang kita tata ulang demi keberhasilan masa depan,” jelasnya.

Antusiasme suporter Persipura juga menjadi perhatian utama Owen. Manajemen berencana menyediakan booth-booth hiburan di Stadion Lukas Enembe agar penonton mendapatkan pengalaman lebih dari sekadar menonton pertandingan. Dukungan penuh dari masyarakat Papua terlihat dari rekor jumlah penonton yang memadati stadion, mencapai 20.270 orang saat menjamu Barito Putera pada Februari 2026. Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, turut menyatakan optimismenya bahwa Persipura akan kembali ke Liga 1 musim 2026, menegaskan dukungan pemerintah provinsi bagi kemajuan sepak bola di daerah.