Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan, tengah memikul beban berat sekaligus harapan besar untuk mengembalikan kejayaan Mutiara Hitam ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1, pada musim 2026/2027. Sejak resmi menjabat pada Mei 2025, Rahadiyan tidak hanya fokus pada strategi di lapangan, tetapi juga berjuang keras membenahi aspek finansial dan pengelolaan klub secara menyeluruh.
Persipura Jayapura, yang telah absen dari Liga 1 selama tiga musim sejak terdegradasi pada 2021/2022, kini menunjukkan tren positif di kompetisi Pegadaian Championship (Liga 2) musim 2025/2026. Tim kebanggaan masyarakat Papua ini berhasil merebut kembali puncak klasemen sementara Grup B Liga 2 Championship 2025/2026 setelah menaklukkan Barito Putera dengan skor telak 4-1 pada 15 Februari 2026. Kemenangan tersebut membawa Persipura mengoleksi 40 poin dari 19 pertandingan, unggul satu poin dari PSS Sleman yang berada di posisi kedua.
Visi dan Tantangan di Balik Mutiara Hitam
Bagi Owen Rahadiyan, Persipura bukan sekadar sebuah klub sepak bola. Ia menegaskan, “Persipura bukan sekadar klub, tapi denyut nadi, semangat ketangguhan, dan simbol harkat martabat orang Papua.” Filosofi ini juga ia terapkan dalam perekrutan pemain, di mana ia berharap setiap pemain yang bergabung dapat bermain dengan hati, karena “Persipura itu rumah. Pemain yang datang harus bermain dengan hati. Kalau tidak bermain dengan hati, Persipura bukan rumah untuk pemain seperti itu,” tegasnya.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Rahadiyan adalah masalah finansial, yang diakuinya masih menjadi kendala bagi banyak klub di Indonesia. Kebutuhan anggaran untuk mengarungi Liga 2 musim 2025/2026 diperkirakan mencapai minimal Rp 25 miliar, terutama karena durasi liga yang lebih panjang dan jumlah pertandingan yang meningkat. Sumber lain menyebutkan kebutuhan dana sekitar Rp 20 miliar, dengan biaya logistik sebagai penyumbang terbesar.
Upaya Membangun Fondasi Kuat
Untuk mengatasi kendala finansial, manajemen Persipura di bawah kepemimpinan Owen Rahadiyan gencar mencari sponsor baru. Klub telah berhasil menggaet Nusatuna dan Kopi Kapal Api sebagai sponsor baru untuk musim ini. Selain itu, proposal sponsorship juga telah diajukan kepada Bank Papua dan PT Freeport Indonesia (PTFI), dengan harapan mendapatkan dukungan signifikan seperti di masa kejayaan Persipura pada 2013.
Tidak hanya mengandalkan sponsor, Rahadiyan juga berinovasi dengan membangun sumber pemasukan alternatif seperti kafe, lapangan sepak bola mini, dan Persipura Store. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan aliran kas yang stabil dan berkelanjutan bagi klub.
Dalam aspek tim, Persipura telah merekrut 12 pemain baru untuk musim 2025/2026, sebagian besar memiliki pengalaman di Liga 1, serta berhasil mempertahankan pemain kunci seperti Ramai Rumakiek. Kombinasi pemain muda potensial dan senior berpengalaman seperti Boaz Solossa, Feri Pahabol, dan Ruben Sanadi, ditambah kehadiran pemain asing, diharapkan mampu menambah kekuatan tim.
Optimisme Menuju Liga 1
Manajer Owen Rahadiyan menegaskan bahwa target utama tim adalah promosi ke Liga 1 musim depan. Optimisme ini juga digaungkan oleh Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, yang yakin Persipura akan kembali berlaga di kasta tertinggi pada musim 2026, melihat performa tim yang semakin solid dan penuh semangat.
Rahadiyan menggunakan analogi “ikan terbang” untuk menggambarkan perjalanan Persipura. “Kami sedang menyiapkan sayap, menunggu waktu yang tepat untuk melompat dan terbang lebih tinggi dari sebelumnya,” ujarnya. Dengan dukungan penuh dari manajemen, pelatih Rahmad Darmawan, para pemain, dan antusiasme suporter yang memecahkan rekor penonton, Persipura Jayapura bertekad kuat untuk kembali menunjukkan kejayaannya di panggung sepak bola nasional.