Paddler Lokal Ukir Sejarah di Singapore Smash, Tampines Hentikan Rekor Sempurna Sailors

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

Panggung olahraga Singapura tengah bergelora dengan kabar membanggakan dari dua arena berbeda. Di ajang tenis meja internasional World Table Tennis (WTT) 2026, para atlet lokal berhasil melampaui ekspektasi dengan mencetak kejutan. Bersamaan dengan itu, di kancah sepak bola domestik, BG sukses menghentikan laju sempurna pemuncak klasemen Liga Primer Singapura (SPL), , dalam laga sengit yang berakhir imbang.

Paddler Lokal Ciptakan Kejutan di Singapore Smash 2026

Gelaran Singapore Smash 2026, yang berlangsung dari 19 Februari hingga 1 Maret di OCBC Arena, Kallang, dengan total hadiah mencapai US$1,55 juta (sekitar S$1,96 juta), menjadi saksi bisu performa gemilang para “paddler” tuan rumah. Mereka tidak hanya menunjukkan daya saing, tetapi juga berhasil menciptakan beberapa kejutan yang memukau penonton.

Salah satu sorotan utama adalah penampilan . Atlet berusia 19 tahun ini berhasil menumbangkan petenis meja Kanada peringkat 58 dunia, Zhang Mo, dalam pertarungan lima gim yang mendebarkan (11-5, 13-15, 9-11, 12-10, 12-10) di babak 64 besar tunggal putri. Kemenangan ini menandai pertama kalinya Ser, yang saat ini berada di peringkat 126 dunia, melaju ke babak utama Singapore Smash dan mencapai babak 32 besar. Pelatih nasional Jing Junhong memuji persiapan taktis Ser, yang terbukti krusial. “Bahkan ketika keadaan menjadi sulit, remaja itu tidak menyerah,” ujar pelatihnya. Ser selanjutnya akan menghadapi tantangan berat melawan Chen Yi, petenis meja Tiongkok peringkat 8 dunia.

Tidak hanya di sektor tunggal, kejutan juga datang dari ganda putra. Pasangan Clarence Chew dan Josh Chua, yang menempati peringkat 104 dunia, berhasil menyingkirkan pasangan Slovakia peringkat 18, Lubomir Pistej dan Jakub Zelinka. Mereka bangkit dari ketertinggalan dua kali untuk mengamankan kemenangan 3-2 (3-11, 13-11, 8-11, 11-8, 11-6) di babak 32 besar. Penampilan para atlet lokal ini menunjukkan kematangan taktis, ketahanan mental, dan peningkatan daya saing di kancah internasional.

Pemain lokal lain yang turut berpartisipasi dan menjadi harapan tuan rumah termasuk Zeng Jian, yang menduduki peringkat 37 dunia, serta pasangan ganda putra peringkat 4 dunia, Koen Pang dan Izaac Quek, yang mengincar kualifikasi Olimpiade. Sayangnya, Koen Pang dan Jian Zeng harus mengakui keunggulan pasangan India Manush Shah dan Diya Chitale di ganda campuran.

Tampines Rovers Hentikan Rekor Sempurna Lion City Sailors

Dari lapangan hijau, kabar tak kalah penting datang dari Liga Primer Singapura. BG Tampines Rovers berhasil menahan imbang pemuncak klasemen Lion City Sailors dengan skor 1-1 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Jalan Besar pada Minggu, 22 Februari 2026. Hasil ini sangat signifikan karena mengakhiri rekor 100 persen kemenangan Lion City Sailors, yang sebelumnya telah memenangkan 10 pertandingan pembuka liga mereka.

Lion City Sailors sempat unggul lebih dulu melalui gol Lennart Thy pada menit ke-21. Namun, Tampines Rovers berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas indah Koya Kazama di menit ke-45. Hasil imbang ini membuat Sailors tetap memimpin klasemen dengan keunggulan tujuh poin, meskipun Tampines, yang berada di posisi kedua, masih memiliki satu pertandingan tunda.

Bek Tampines, Jacob Mahler, menyuarakan keyakinannya terhadap peluang timnya untuk bersaing memperebutkan gelar. “Tentu saja, saya pikir kami telah membuktikannya. Saya pikir tidak hanya di liga, di mana kami juga tak terkalahkan… kami juga mencapai perempat final ACL2. Ini bukan karena keberuntungan,” kata Mahler. Ia menambahkan, “Saya percaya para pemain telah bekerja keras. Kami tidak di sini secara kebetulan. Kami pantas mendapatkannya. Kami bekerja keras setiap pertandingan, dan kami memiliki kualitas. Kami percaya pada itu, dan kami memasuki setiap pertandingan ingin mendapatkan tiga poin.”

Sementara itu, pelatih kepala interim Sailors, Varo Moreno, menerima hasil imbang tersebut. “Saya pikir kita bisa menganggap ini sebagai hasil yang bagus bagi kami,” kata Moreno. “Tentu saja, kami ingin menang. Kami menciptakan banyak peluang selama 90 menit, tetapi terkadang Anda harus menerima hasil imbang.”

Pekan ini menjadi periode krusial bagi Tampines Rovers, tidak hanya karena menghentikan rekor Sailors, tetapi juga karena mereka berhasil melaju ke perempat final AFC Champions League Two (ACL2) setelah mengalahkan klub Vietnam Cong An Ha Noi dengan agregat 3-1. Kedua peristiwa ini menandai periode yang penuh semangat dan pencapaian bagi dunia olahraga Singapura.