Panel Disipliner CAF Gelar Sidang Panas Kasus Kerusuhan Al Ahly vs AS FAR

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Konfederasi (CAF) telah menggelar sidang disipliner yang intensif untuk meninjau insiden yang mencoreng pertandingan Liga Champions CAF antara SC dari Mesir dan dari Maroko. Panel disipliner kini semakin dekat untuk mengeluarkan putusan tegas terkait insiden kontroversial tersebut.

Insiden yang menjadi sorotan terjadi pada Minggu, 15 Februari 2026, di Kairo, saat kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam laga grup terakhir Liga Champions CAF. Meskipun hasil 0-0 itu memastikan kedua tim melaju ke perempat final, pertandingan tersebut diwarnai perilaku tidak sportif dari sebagian suporter Al Ahly. Para pendukung tuan rumah dilaporkan melemparkan botol dan benda-benda lain ke arah pemain dan staf AS FAR, baik selama pertandingan, saat jeda, maupun setelah peluit akhir dibunyikan ketika tim Maroko menuju ruang ganti. Akibatnya, salah satu pemain sayap AS FAR, Ahmed Hamoudan, dilaporkan terkena lemparan dan mengalami cedera tangan. Selain itu, suporter AS FAR juga mengklaim menjadi sasaran serangan di tribun penonton.

Menyusul insiden tersebut, AS FAR segera mengajukan keluhan resmi kepada CAF, mengecam perilaku tersebut sebagai ancaman langsung terhadap keselamatan pemain dan menuntut sanksi tegas sesuai peraturan. Klub Maroko itu secara spesifik juga menyebut nama Hussein El Shahat dari Al Ahly atas dugaan perilaku tidak sportif di menit-menit akhir pertandingan. CAF sendiri, dalam pernyataan resminya pada Senin, 16 Februari 2026, “mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima” dan telah merujuk masalah ini ke Dewan Disipliner untuk penyelidikan.

Di sisi lain, Al Ahly menolak tuduhan kegagalan keamanan, dengan mengutip dokumentasi pertandingan resmi dan laporan wasit yang menyatakan bahwa tidak ada insiden keamanan yang mengganggu pertandingan selama waktu regulasi. Klub Mesir itu juga berdalih bahwa perilaku sebagian suporternya adalah “reaksi” terhadap tindakan tim tamu, dan mereka telah menyerahkan rekaman video yang mendokumentasikan insiden tersebut kepada CAF.

Kontroversi ini muncul di tengah latar belakang tindakan disipliner sebelumnya yang dijatuhkan kepada AS FAR. Menyusul kerusuhan penonton pada pertemuan leg pertama antara kedua tim di Rabat pada 28 November 2025, Komite Disipliner CAF memerintahkan klub Maroko itu untuk memainkan dua pertandingan tanpa penonton dan menjatuhkan denda sebesar $100.000. Preseden ini memicu perdebatan mengenai apakah Al Ahly akan menghadapi hukuman serupa, dengan banyak pengamat menekankan perlunya perlakuan yang setara.

Sidang disipliner yang berlangsung sekitar 40 menit tersebut dipimpin oleh Othman Kane dan melibatkan lima anggota Komite Disipliner CAF. Perwakilan dari kedua klub hadir untuk menyampaikan klaim masing-masing. Delegasi AS FAR mengandalkan keluhan yang telah diajukan sebelumnya dan menyajikan enam rekaman video untuk menunjukkan kekurangan organisasi serta dugaan masalah keamanan yang memengaruhi pemain dan suporter di dalam stadion. Sementara itu, Al Ahly menolak tuduhan kegagalan keamanan dan berpegang pada laporan wasit serta observasi komisaris pertandingan Libya yang menunjukkan ketegangan berasal dari tribun sebelum jeda.

Dengan panel disipliner yang semakin dekat untuk mengambil keputusan, komunitas sepak bola kini menantikan hasil investigasi dan sanksi yang akan dijatuhkan. Penerapan prinsip keadilan dan kesetaraan bagi semua klub menjadi sorotan utama dalam kasus ini, yang dapat menjadi preseden penting bagi penanganan perilaku suporter di seluruh benua Afrika.